#wwg#watwatgawoh#meteor

Meteor Bikin Panik

( kata)
Meteor Bikin Panik
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images


SAAT melihat benda asing yang melintas, tentu ornag akan terkejut dan bertanya-tanya. Namun ada juga kejadian seperti itu membuat panik warga yang dilintasi.

Iya kidah, khepa mak khabai kik ngeliak hal juk kheno (Iyalah, bagaimana tidak takut kalau melihat sesuatu seperti itu).

Seperti warga Siberia yang panik saat melihat bola api besar yang melintas di langit dan mengeluarkan suara kencang. Peristiwa tersebut diabadikan sejumlah warga di wilayah Krasnoyarsk, Siberia.

Dilansir dari laman Siberian Times, bola api itu melintas dan terpecah menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya menghilang. Kementerian Urusan Darurat Siberia mengklasifikasikan bola api tersebut sebagai sebuah meteor dan tidak membahayakan warga dan infrastruktur.

Na kidah, dang kik salah info kuti. Kik salah, aga celaka ana dia. Wat-wat gawoh (Nah lo, jangan kalau salah informasi. Kalau salah, bakal membuat celaka. Ada-ada saja).

Menurut keterangan otoritas setempat, ini merupakan meteor atau meteorit ketiga yang melintas di langit wilayah Rusia dalam empat bulan terakhur.

Pada 18 Desember, sebuah meteor meledak dekat Semenanjung Kamchatka. Menurut keterangan Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA, ledakan meteor saat itu sepuluh kali lebih kuat dari bom atom Hiroshima.

Tiga hari sebelumnya, sebuah meteorit menghantam Krasnoyarsk. Media lokal melaporkan meteorit itu menghantam tanah setelah sempat menimbulkan suara kencang di langit.

Viktor Grokhovsky, seorang pakar dari Ural Federal University, mengatakan bahwa meteor ketiga di langit Rusia ini adalah meteor jenis bolide.

"Meteor jenis ini meledak cukup tinggi di angkasa, di sekitar wilayah Irkutsk," kata Grokhovsky.

"Itu merupakan bolide, bergerak dengan kecepatan yang lebih tinggi dari meteorit New Tunguska dari Evenkia," sambung dia.

Meteorit Tunguska merujuk pada peristiwa di tahun 1911. Kala itu, sebuah meteor meledak di atmosfer Bumi, dan menghancurkan 80 juta pepohonan. Kekuatan ledakan meteor itu diestimasi 185 lebih kuat dari bom Hiroshima.

Medcom






Berita Terkait



Komentar