#bandarlampung#lampung#gusur#pemkot

Meski Tempati 6 Bulan Gratis, Warga Tetap Tolak Tinggal di Rusunawa

( kata)
Meski Tempati 6 Bulan Gratis, Warga Tetap Tolak Tinggal di Rusunawa
Foto. (Lampost.co/Deni Zulniyadi)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Korban penggusuran Pasar Griya Sukarame menolak tinggal di rusunawa yang disediakan Pemkot Bandar Lampung. Padahal upaya pemkot tidak kurang-kurang, siap diantar dan digratiskan enam bulan, serta memfasilitasi anak pindah sekolah.

Beberapa perempuan dan pria sedang berkumpul diskusi. Awalnya warga mengaku mendapat info tinggal gratis. Namun menyusul info harus bayar Rp200 ribu per bulan sehingga mereka menolak.

"Gimana kami mau nyewa, makan saja kami dari besi besi sisa gusuran, malah disuruh nyewa, gimana," kata seroang ibu berjilbab di lokasi eks Pasar Griya Sukarame, Kamis (26/7/2018).

Mereka juga bingung karena di rusunawa kondisinya lahannya sempit sementara mereka membutuhkan tempat untuk menaruh rongsong yang dikumpulkan.

"Kalau tinggal di rusunawa kami bingung apa mata pencaharian kami, kami semua ngerongsok," kata dia.

Saat berbincang itu lewat Kabag Hukum Wan Abdurahman dan langsung menjelaskan bahwa pemkot memfasilitasi membantu pindah mengangkut barang, gratis tinggal di rusunawa enam bulan, bahkan membantu fasilitasi anak mereka pindah sekolah.

Namun lagi lagi warga berulah. Mereka tetap menolak pindah ke rusunawa dengan berbagai alasan. "Sekarang agak bingung kita, udah buyar otaknya, coba dari beberapa bulan lalu ngomongnya, kita enak mikirnya, kalau kayak gini, diskusi kita tidak pas, kalau dari awal kita diskusinya pas, tidak seperti ini. Kalau tanya gimana kami, ya seperti puing puing yang berantakan ini, biar mati saja disini," kata warga yang akrab di panggil Pak Dio itu.

 

Deni Zulniyadi

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar