#Pertumbuhanekonomi#lampung

Meski Pandemi, Ekonomi Lampung Tumbuh 4,15%

( kata)
Meski Pandemi, Ekonomi Lampung Tumbuh 4,15%
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat pemaparan Refleksi Akhir Tahun di Hotel Sheraton, Bandar Lampung, Selasa 22 Desember 2020. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung tetap menunjukan nilai positif. Meskipun di tengah pandemi Covid-19, ekonomi Lampung tumbuhs ebesar 4,15% pada triwulan III/2020.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan berdasarkan indikator makro, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung selama 10 tahun terakhir lebih baik dari pada rata-rata Sumatera dan Nasional. Pertanian masih merupakan lapangan usaha terbesar dengan share sebesar 31,55% sedangkan Jasa Kesehatan pada triwulan III 2020 mengalami pertumbuhan paling tinggi sebesar 18,19%.

"Meskipun dalam kondisi pandemi Ekonomi Lampung pada triwulan III/2020 tumbuh 4,15 persen dibandingkan dengan triwulan II/2020 dengan PDRB atas dasar harga belaku yang juga tumbuh sebesar 5 % dari Rp. 89,55 Triliun menjadi Rp. 94,10 Triliun," kata Arinal saat pemaparan di Refleksi Akhir Tahun Terkait Dukungan Akses Kemudahan Berusaha dan Permodalan Untuk Optimisme Pemulihan Ekonomi Daerah di Hotel Sheraton, Bandar Lampung, Selasa 22 Desember 2020.

Kemudian inflasi tahunan Provinsi Lampung periode Januari - November 2020 adalah sebesar 1,33 %, dan pada bulan Oktober 2020, Kemenko Perekonomian menobatkan Provinsi Lampung sebagai Provinsi terbaik dalam hal pengendalian inflasi se Sumatera. Kemudian presentase penduduk miskin Provinsi Lampung adalah sebesar 12,34 dengan tingkat penurunan selama 5 tahun (2015-2020) adalah sebesar 2,01 persen, lebih baik dari capaian nasional selama 5 tahun yang hanya sebesar 1,44 persen. Hal Ini menunjukkan Program-Program pengentasan di Provinsi Lampung lebih efektif dari program pengentasan kemiskinan Nasional.

"Kemudian gini rasio atau tingkat ketimpangan antar kelompok pendapatan di Provinsi Lampung selama kurun waktu 10 terakhir senantiasa lebih baik dari pada capaian nasional. Gini Rasio Provinsi Lampung tahun 2020 adalah sebesar 0,327 lebih baik dari capaian nasional sebesar 0,38," katanya.

Selanjutnya IPM Provinsi Lampung Tahun 2020 adalah sebesar 69,69 meningkat 0,12 poin dibanding tahun 2019 sebesar 69,57 dan termasuk dalam kategori “Sedang, dengan pertumbuhan indeks komposit terbesar adalah “Rata-Rata Lama Sekolah” sebesar 1,64%. TPT Provinsi Lampung Tahun 2020 bulan agustus mencapai 4,67 persen lebih baik dari Sumatera dan Nasional sebesar 6,17 dan 7,07 persen, dengan Jumlah Pengangguran Terbuka Provinsi Lampung pada tahun 2020 adalah sebesar 189.730 orang atau 2,7% dari total Jumlah Pengangguran Terbuka Nasional sebesar 6,8 juta orang. 


Terdapat 52.600 orang menjadi pengangguran akibat dampak Covid-19 dan 549.700 orang mengalami pengurangan jam kerja. Untuk itu telah dilakukan  upaya-upaya telah dilakukan, termasuk dengan memberikan insentif/bantuan terhadap tenaga kerja terdampak Covid-19 dalam bentuk stimulan, penyelesaian kasus perselisihan, dan hubungan industrial bagi tenaga kerja yang dirumahkan/PHK serta melakukan upaya upaya pemberdayaan terhadap UMKM, IKM dan Pariwisata

Neraca Perdagangan Provinsi Lampung periode Januari- Oktober 2020 Surplus USD1,286 Miliar.

Investasi/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Provinsi Lampung Periode Jan-Sept adalah sebesar Rp. 6,5 T, atau Tumbuh sebesar 238,66% jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp. 1,9 T. Penanaman Modal Asing Periode Jan-Sept 2020 adalah sebesar 481,1 juta USD tumbuh sebesar 227,15 % jika dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar 147 juta USD.

Sementara itu Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Lampung Budiharto Setiawan mengatakan pihaknya terus bersinergi untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi. Pada 2021 BI akan terus meningkatkan sinergiritas kepada semua pihak. Terlebih di sektor pertanian, industri kreatif, dan kesehatan.

"Kami juga terus memacu pertumbuhan ekonomi disektor-sektor yang ada dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," katanya. 

Sementara itu perwakilan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Lampung Zaki Senafal mengatakan di masa pandemi ini sangat berdampak kepada sektor perekonomian. Dirinya mengaku ketika pandemi 22 outlite UMKMnya tutup di berbagai kota di Indonesia, sementara di Bandar Lampung 50% karyawannya dipangkas karena keterbatasan operasional.

"UMKM harus terus difokuskan. Pemerintah harus memberi ruang dan kemudahan untuk berusaha serta bantu untuk permodalan," katanya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar