#cuacaburuk

Meski Cuaca Buruk, Arus Penyeberangan Bakauheni-Merak Aman

( kata)
Meski Cuaca Buruk, Arus Penyeberangan Bakauheni-Merak Aman
Kapal tunda TB Tirtayasa mengevakuasi kapal Basarnas Banten yang dihempas ombak besar saat sandar di dermaga eksekutif Pelabuhan Merak, Rabu sore, 4 Maret 2020. Dok. SAR PT ASDP Merak


Kalianda (Lampost.co) -- Aktivitas penyeberangan kapal roll on roll off (ro-ro) di lintas Pelabuhan Bakauheni—Merak  hingga Rabu malam, 4 Maret 2020, masih normal meski cuaca buruk sejak pukul 16.00 WIB melanda Perairan Selat Sunda. Seluruh nakhoda kapal diminta hati-hati dan selalu memberi informasi terkait kondisi cuaca.  

"Sampai malam ini aktivitas bongkar muat feri di Pelabuhan Bakauheni masih aman walau dari sore tadi hujan deras disertai angin kencang masih melanda jalur penyeberangan," kata Kepala KSOP Kelas V Bakauheni, Iwan Sahrial, kepada Lampost.co, Rabu malam, 4 Maret 2020.

Meski demikian, Iwan mengingatkan kepada nakhoda kapal untuk memberikan informasi cuaca terkini saat sedang berlayar. Sebab, berdasarkan informasi dari Stasiun Meterologi Maritim (SMM) yang berlaku mulai Rabu, 4 Maret 2020, pukul 19.00 WIB sampai Kamis, 5 Maret 2020, pukul 19.00 WIB, mengingatkan gelombang laut dengan ketinggian 1,25—2,5 meter berpeluang terjadi di perairan bagian selatan Selat Sunda dan Banten dengan kecepatan angin berkisar 15 sampai 30 knot.

“Kondisi itu berisiko tinggi terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang," katanya.

Akibat cuaca buruk tersebut kapal milik Basarnas Banten yang sandar di dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak dihantam ombak besar hingga tali pengikat terputus. Kapal terseret ombak hingga ke Dermaga 1 Pelabuhan Merak

"Cuaca buruk yang terjadi mulai jam 4 sore tadi membuat kapal Basarnas yang tadinya sandar di Dermaga 6 lepas sampai terseret ombak dekat Dermaga 1," kata Koordinator SAR PT ASDP Cabang Merak-Bakauheni, Radmiadi.

Kapal yang mengalami kerusakan pada lambung kiri itu ditarik menggunakan kapal tunda TB Tirtayasa. "Kapal sudah ditarik kapal tunda TB Tirtayasa. Angin kencang dan gelombang mulai reda. Walau kondisi cuaca sempat ekstrem arus penyeberangan terpantau aman," ujarnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar