#EKBIS#BERITALAMPUNG#PELINDO

Merger Pelindo Tingkatkan Efektivitas dan Efisiensi

( kata)
Merger Pelindo Tingkatkan Efektivitas dan Efisiensi
Suasana bongkar muat Pelabuhan Panjang Bandar Lampung. Dok Pelindo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo telah meresmikan penggabungan PT Pelindo I, II, III, dan IV. Keempat entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Layanan Jasa Pelabuhan itu merger menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II yang menjadi surviving entity.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021 Tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Kemudian juga tertuang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Kementerian BUMN selaku pemegang saham menetapkan jajaran Komisaris dan Direksi PT Pelindo II (Persero) yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-335/MBU/10/2021 dan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-334/MBU/10/2021.

Merger ini adalah langkah penting dalam rangka peningkatan value creation bagi BUMN Pelabuhan. Inisiatif ini memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kepelabuhanan nasional. Merger Pelindo memberikan optimisme kepada masyarakat Indonesia, bahwa kepelabuhanan nasional akan terus tumbuh dan pada akhirnya dapat bersaing dengan pemain besar pelabuhan dunia.

Merger Pelindo membuka kesempatan perusahaan untuk go global. Integrasi ini akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs (twenty foot equivalent units). Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage dan memperkuat permodalan perusahaan.

"Pelabuhan panjang pertanggal 1 Oktober 2021 resmi merger. Ke depan, kami akan terus mengembangkan diri pascamerger ini," kata General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional II Panjang, Adi Sugiri melalui telepon, Kamis, 25 November 2021.

Baca juga: IPC Pelindo Serahkan Bantuan 1.000 Karung Beras untuk Warga Lampung

Dia menjelaskan ke depan pihaknya memiliki rencana pembuatan akses exit tol langsung menuju Pelabuhan Panjang. Dengan rencana ini diharapkan akan menurunkan angka cost logistik serta memberikan pelayanan yang jauh lebih efisien dan percepatan delivery atau percepatan pengiriman barang.

"Walaupun merger, Pelindo Panjang akan terus berkomitmen untuk tetap menjaga mata rantai logistik Provinsi Lampung dan akan terus melakukan inovasi baik dalam hal pelayanan maupun fasilitas," ujar Adi.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan sudah 7 tahun menantikan realisasi bergabungnya PT Pelindo I-IV. Jokowi melakukan seremonial peresmian penggabungan Pelindo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden. Tujuh tahun yang lalu ia sudah perintahkan Menteri BUMN, kepada seluruh Direktur Utama Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Pelindo IV untuk segera mengholdingkan Pelindo ini. Ia bersyukur karena akhirnya penantiannya dapat terwujud, yakni bergabungnya PT Pelindo I sampai IV menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Presiden berharap dengan mergernya PT. Pelindo dapat membuat biaya logistik Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain. Artinya, daya saing atau competitiveness Indonesia akan menjadi lebih baik. Lalu yang kedua, Jokowi juga meminta agar Pelindo mencari partner yang memiliki jaringan luas sehingga nantinya Indonesia bisa terkoneksi dengan negara-negara lain dengan baik.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar