#viral

Meresahkan, Pemotor Pamer Alat Kelamin di Kemiling

( kata)
Meresahkan, Pemotor Pamer Alat Kelamin di Kemiling
Beredar video seorang pria pengendara sepeda motor memperlihatkan alat kelaminnya di sekitar wilayah Perumahan Bukit Kemiling Permai. Dok CCTV


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Beredar video seorang pria pengendara sepeda motor memperlihatkan alat kelaminnya di sekitar wilayah Perumahan Bukit Kemiling Permai.

Dalam video berdurasi 54 detik tersebut pria yang belum diketahui identitasnya itu memperlihatkan alat kelamin yang juga disebut eksebisionis. Kejadian tersebut berlangsung pada 4 Mei 2021, sekitar pukul 12.00 WIB, dan terekam cctv salah satu rumah warga.

Dari video terlihat pelaku menggunakan helm, kacamata hitam, menggunakan jaket, dan celana navy itu sempat memperhatikan kondisi sekitar sebelum mengeluarkan alat kelaminnya.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Cendana Raya, Blok Q Nomor 30 Perum Bukit Kemiling. Lita, saksi mata mengatakan awalnya melihat pria tersebut berhenti di depan gardu dekat depan rumahnya, yang juga toko butik milik Lita.

Awalnya Lita dan pegawainya sedang sibuk mengepak barang untuk konsumen dan membalas chat pembeli via media sosial. Saat itu pelaku tiba dan berhenti, ia pun tak menaruh curiga. Namun hal aneh tiba ketika pegawainya melihat pelaku selalu melirik, dan menatap ke arah rumahnya. Karena khawatir, ia pun bergegas melihat orang tersebut.

"Pas saya lihat ternyata dia melakukan perbuatan tak senonoh (eksebisionis)," ujarnya, Jumat, 7 Mei 2021.

Karena khawatir dan was-was dengan perbuatan pelaku, Lita pun meminta pegawainya untuk menegur pelaku.

"Tapi baru disamperin dan mau diteriakin, dia udah pergi," katanya.

Ia pun berharap pelaku bisa ditangkap, agar tidak meresahkan warga sekitar.

Pidana eksibionis atau mempertontonkan alat kelamin di tempat umum, diatur dalam 34 jUndang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi yang berbunyi Setiap orang yang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal delapan dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5 miliar.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi tersebut.

"Video sudah kami ketahui, kami minta keterangan warga di TKP," ujar Resky.

Meski telah mengetahui lokasi video tersebut, pihaknya masih mendalami dan mempelajari, apakah ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Namun upaya eksibisionis menurutnya diatur dalam Undang-undang pornografi.

"Warga yang melihat, atau melihat hal-hal mencurigakan langsung lapor ke polres, atau babimkamtibmas setempat," katanya. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar