#budidayasemangka#pertanian#beritalampura

Mereguk Manisnya Peluang Budidaya Semangka Madu di Lampura

( kata)
Mereguk Manisnya Peluang Budidaya Semangka Madu di Lampura
Pedagang memilih semangka madu yang dihamparkan petani semangka di Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi. LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO

Kotabumi (Lampost.co): Peluang pasar semangka madu di Kabupaten Lampung Utara masih terbuka lebar. Peluang pasar tersebut dapat menjadi referensi bagi petani di daerah untuk mengembangkan budidaya semangka madu dengan pertimbangan masa tanam semangka madu sampai panen cukup singkat, berkisar 56--60 hari. 

"Penjualan semangka madu dari hasil panen perdana sekitar dua minggu terakhir, telah dibeli konsumen baik masyarakat maupun pedagang tercatat sekitar 7 ton," ujar Rudi, petani semangka madu, warga Sribasuki Kecamatan Kotabumi, Rudi, dikediamannya, Minggu, 2 Agustus 2020.

Dia menjelaskan panen semangka madu dengan ciri khas kulit dan daging buahnya berwarna kuning saat matang. Setiap per hektarenya (ha) dapat menghasilkan berkisar 25--40 ton, tergantung perawatan tanaman. Untuk harga per kilo dia banderol Rp10 ribu.

"Saya mengembangkan semangka madu sekitar Mei 2020 lalu di Desa Sinar Harapan, Kecamatan Sungkai Barat dengan luas areal penanaman 3,25 ha," kata Rudi.

Untuk modal yang dikeluarkan mulai dari pembelian bibit, upah tanam, pupuk, pestisida maupun biaya pembersihan lahan sampai panen berkisar Rp25 juta per ha.

"Awal mulai tertarik mengembangkan tanaman semangka madu tersebut, saat saya di Palembang singgah di rumah makan pada 2019 lalu. Saat itu, saya membeli buah yang di kira melon. Saat dibelah, ternyata buah itu adalah semangka yang rasa manisnya berbeda dengan rasa manis semangka biasa. Di mulai dari rasa, saya tertarik menanam semangka madu dan saya membeli bibit semangka madu itu di Pulau Jawa," kata dia.

Dia berharap tanaman semangka madu dapat lebih dikembangkan petani di Lampung Utara, karena kontur lahan di wilayah Lampura sangat ideal untuk pertumbuhan tanaman tersebut.

"Ini yangmestinya menjadi tugas instansi terkait guna memberi pencerahan bagi petani di kabupaten tentang prospek usaha budidaya semangka madu," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar