#tajuklampungpost#DBD#Kasus-DBD

Meredam Keganasan DBD

( kata)
Meredam Keganasan DBD
Ilustrasi Pixabay.com

PENINGKATAN kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Lampung bukanlah hal sepele lagi, melainkan harus segera diantisipasi secara cepat dan tepat.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat ada peningkatan kasus DBD selama 2020, jika pada Januari tercatat 1.066 kasus, pada Februari melesat jadi 1.406 kasus. Angka tersebut melebihi angka pesakitan nasional DBD, yakni 49 per 100 ribu penduduk. Sedangkan di Lampung mencapai 66 per 100 ribu penduduk. Dan jumlah kematian selama Januari—Februari ada 10 jiwa.

Ini pula yang membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menempatkan Lampung berada dalam zona merah DBD (lebih dari 500 kasus). Secara nasional ada 16.099 kasus DBD, dengan jumlah kematian 100 jiwa.

Data Kemenkes menyebut kasus DBD di Lampung mencapai 1.837. Selain Lampung, ada sembilan provinsi lain yang juga masuk zona merah, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) 2.711 kasus, Jawa Timur 1.761, Jawa Barat 1.420 kasus, Jambi 703 kasus, Jawa Tengah 648 kasus, Riau 602 kasus, Sumatera Selatan 593 kasus, DKI Jakarta 583 kasus, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) 558 kasus.

Keseriusan menghadapi penyakit ini menjadi kata kunci. Tak cuma pemerintah, tapi masyarakat juga diajak ikut berperan dalam meredam keganasan DBD yang sejak puluhan tahun menjangkit ini.

Selain memberantas vektor penyebaran penyakit ini lewat pengasapan, dan menjaga lingkungan sehat, perlu juga secepatnya menemukan pengobatan tepat buat DBD melalui riset.

Masyarakat wajib menjalankan hidup sehat, baik badan maupun lingkungan. Sebab, pola hidup sehat (PHS) itu menjadi solusi paling sederhana namun ampuh, mempersempit gerak serangga pembawa penyakit DBD ini.

Begitu juga dengan riset pengobatan yang jitu. Sekarang kita masih dalam kepungan DBD dan berharap suatu saat nanti, penyakit ini bisa diatasi. Sebab, saat ini pun kita dihadapi dengan muncul virus corona (Covid-19) yang menjadi pandemi dunia. Sejumlah negara pun tengah siaga dan terus mencari obat atau vaksin virus mematikan ini.

DBD dan Covid-19 merupakan penyakit yang harus segera ditemukan jalan keluarnya agar keganasannya bisa diredam. Dan upaya merespons tantangan alam ini dalam sejarah kemajuan manusia ini salah satunya dilakukan  melalui riset.*

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar