#bandarlampung#lampung#Kerajinan#koran

Meraup Jutaan Rupiah dari Koran Bekas

( kata)
Meraup Jutaan Rupiah dari Koran Bekas
Salah satu hasil karya tas koran milik Herman/ Foto Dokumen

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Koran bekas, bagi sebagian orang hanya barang biasa. Tapi, di tangan Herman (40) bisa disulap menjadi barang bernilai jutaan rupiah.

Dengan tangan kreatifnya, Herman dapat menciptakan kerajinan yang unik dan menarik dari koran bekas diantaranya seperti tas, kotak tisu, lampu, toples, wadah sendok, alas piring dan berbagai pernak-pernik lainnya. 

"Semua ini saya kerjaan dengan tangan sendiri, bermula dengan mengumpulkan koran bekas, saya mulai ukir lembar demi lembar untuk menghasilkan berbagai karya," kata dia saat ditemui di pameran hall Mall Boemi Kedaton, Senin 21 Oktober 2019.

Ia mengaku, untuk harga relatif murah berupa toples dikisaran Rp30 ribu, dan tas Rp200 ribu. Ia mengaku tidak kesulitan dalam ketersediaan bahan baku, hanya saja kesabaran dan ketelatenan yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan hasil kerajinan.

"Harga yang saya kasih tidak mahal, semua lebih ke jasa pembuatannya saja," ujarnya.

Ia mengaku bahwa ide dari pembuatan karya ini sejak 2016, berawal dari hobinya membaca koran dan dikumpulkan di gudang. Karena bingung terlalu banyak koran bertumpukan, sehingga ia melakukan proses pembuatan dan ternyata peminatnya cukup banyak.

"Awalnya cuma coba-coba dan sekaramg justru dijadikan sebagai ladang usaha saya," katanya.

Ia mengaku saat ini belum memiliki outlet untuk penjualan, namun Ia mencoba peruntungan dengan menjual melalui media online yakni facebook. Dengan akun bernama "taskoranunik", ia mengaku dapat mperoleh pemghasila tiap bulannya hingga Rp2 juta.

Kedepannya, Ia berencana akan membuka outlet dan sering mengikuti pameran-pameran untuk memancing konsumen dapat membeli dan menggunakan produk dari koran ini.

"Untuk awetnya, barang ini termasuk awet karena meskipun terbuat dari kertas namun saya selimuti cat anti air sehingga barang ini aman dari air," tutup dia.

Atika Oktaria S Nilam

Berita Terkait

Komentar