#beritalampung#beritalamsel#hukum

Merasa Terancam dan Diteror, Perawat di Palas Laporkan Oknum Wartawan ke Polisi

( kata)
Merasa Terancam dan Diteror, Perawat di Palas Laporkan Oknum Wartawan ke Polisi
Berkas laporan korban. Lampst.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co): Merasa terancam dan diteror, Dodi Kristiawan, seorang perawat asal Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, melaporkan oknum wartawan ke Polres Lamsel, Jumat, 2 Desember 2022, malam.

Dodi melaporkan oknum wartawan berinisial AT dengan nomor laporan LP/B/1275/XII/2022/SPKT/ Polres Lamsel/Polda Lampung atas dugaan tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Dodi mengatakan laporan tersebut bermula ketika AT datang ke rumahnya sekitar pukul 22.30 WIB dan meminta istrinya yang merupakan seorang bidan desa untuk membantu persalinan salah satu warga setempat.

"Namun, sebelumnya AT sudah mengirimkan pesan WhatsApp terlebih dahulu ke istri saya yang isinya ancaman karena istri saya tidak bisa membantu persalinan lantaran sedang sakit," ujarnya, Sabtu, 3 Desember 2022.

Baca juga:  Motor Bos Keramik Raib Digondol Maling, Pelaku Menyeret Motor Keluar Rumah

Dodi mengaku saat oknum wartawan datang ke rumahnya di tengah malam hari itu, AT datang bersama-sama Ketua RT 011. Sayang, ketika di depan rumahnya justru terjadi cekcok antara ia dan AT.

"Kami cekcok, karena AT ketika ditanya identitas diri justru mengeluarkan kartu identitas pers seraya marah dan mengancam saya dan istri dilaporkan ke polisi. AT enggak bisa menunjukkan kartu identitasnya saat itu," kata dia.

Selain itu, kata Dodi, oknum wartawan itu justru memberitakan peristiwa itu bahwa ia dituduh telah menganiaya dan mengancam AT. Padahal, Dodi mengaku ia terjatuh ketika hendak pulang.

"Pada waktu itu banyak kok saksi, seperti ketua RT 011, RT 01, warga sekitar, rekan-rekan media lainnya ada juga. Tapi, kok justru kami diberitakan bahwa telah menganiaya AT," kata dia.

Sementara itu, Ketua RT 01, Ahmad Syafe’i mengaku tidak melihat adanya penganiayaan atau pemukulan seperti yang diberitakan media sebelumnya. Saat itu, hanya ada cekcok mulut antara Dodi dan AT.

“Tidak. Tidak ada itu kekerasan, saya dan anak-anak Karang Taruna malam itu mau nyari ikan dan lihat ada ribut-ribut. Saya berusaha untuk melerai tapi AT malah lari karena warga banyak yang curiga dengan dia ini warga mana. Dan dia sempat jatuh karena ada galian," kata dia.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar