#feature#pengungsi#tahunbaru#beritalampung

Menyapa Warga Pengungsian di Malam Tahun Baru

( kata)
Menyapa Warga Pengungsian di Malam Tahun Baru
Kapolda dan Gunernur Lampung menyapa pengungsi di kantor Pemprov Lampung. (Foto:lampost/asrul)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tak seperti biasanya, menjelang pergantian tahun,  biasanya masyarakat merayakan euforia malam pergantian tahun, baik dengan memanjatkan doa ataupun berpesta di tempat keramaian maupun pantai.

Namun, di Komplek kantor Pemprov Lampung, masih ada warga yang mengungsi, karena khawatir gempa, erupsi, atau tsunami susulan di tengah pergantian tahun.

Pendataan Tagana sendiri, hingga Senin  (31/12//2018) malam, setidaknya ada 150 jiwa, yang mengungsi, dan rata-rata mereka warga pesisir pantai di Bandar Lampung, yang berada di kecamatan Telukbetung Timur, Telukbetung Selatan, Bumi Waras, hingga beberapa kecamatan di Pesawaran.

Kapolda Lampung Irjenpol Purwadi Arianto, dan para Jajaran beserta Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo pun, berkunjung sejenak mendengar keluh kesah para pengungsi yang masih bertahan.

Khawatir ada tsunami susulan, itulah yang diungkapkan oKastari (50), warga Gudanglelang, Telukbetung Selatan, hingga dirinya beserta sang suami Abas Talen (50), dan keluarga masih bertahan di lahan parkir Balai Keratun.

"Rumah kami, ini rata-rata di atas laut pak, kalau ada tsunami susulan, kami takut, ya mending di sini," katanya.

Kastari pun mengatakan, saat ini ia kehilangan penghasilan, lantaran kesibukannya, sebagai buruh cuci sedang tak aktif. Apalagi, sang suami lumpuh sejak 5 tahun lalu.

"Ya kami di sini berharap, ngungsi sampe sudah aman, dan kalau bisa ditambahkan kasur, dan tiker, biar bisa lebih nyaman lagi," katanya.

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, pun segera menyanggupi permintaan warga, dan membebaskan para pengungsi untuk tinggal di Pemprov sampai situasi benar-benar kondusif.

"Bebas sampai kapan aja, asal jangan dijual hehehe," kata Ridho sambil berkelakar dengan warga.

Asrul septian malik

Berita Terkait

Komentar