#mudik#anak

Menteri PPPA Minta Fasilitas Mudik Ramah Perempuan dan Anak

( kata)
Menteri PPPA Minta Fasilitas Mudik Ramah Perempuan dan Anak
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise. Medcom.id/Faisal Abdalla

JAKARTA (Lampost.co)-- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise meninjau aktivitas mudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Yohana meminta seluruh fasilitas mudik ramah perempuan dan anak. "Semua harus menyadari sarana transportasi itu harus responsif gender dan memenuhi hak-hak anak," kata Yohana di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (1/6/2019).

Yohana menyebut pihaknya sudah mengeluarkan imbauan mengenai penyediaan sarana dan prasarana bagi perempuan dan anak di fasilitas-fasilitas umum. Imbauan dikirimkan ke Kementerian/Lembaga terkait untuk ditindaklanjuti ke instansi di bawahnya. Tak hanya di stasiun, seluruh fasilitas penunjang arus mudik, termasuk terminal, rest area di jalan tol, bandar udara, hingga pelabuhan laut juga harus dilengkapi dengan sarana ramah perempuan dan anak, seperti klinik, ruang lataksi, hingga arena bermain anak.

Executive Vice Presiden PT KAI Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah mengatakan Stasiun Pasar Senen telah melakukan sejumlah perombakan fasilitas untuk menambah kenyamanan pemudik, termasuk perempuan dan anak. Selain menambah jumlah kursi di ruang tunggu, Stasiun Pasar Senen juga menyediakan sarana bermain anak. "Kami siapkan hall yang lebih besar lagi kapasitasnya dari yang tahun lalu. tiga kali lebih banyak dari tahun lalu. kemudian kami sediakan tempat ibu menyusui dan anak bermain," ujarnya.

Stasiun Pasar Senen terus dipadati pemudik. Puncak arus mudik di Stasiun Pasar Senen diprediksi terjadi hingga H+1 lebaran. Pemudik yang meninggalkan Ibu Kota via Stasiun Pasar Senen diprediksi mencapai 25.491 penumpang pada hari ini. Jumlah itu meningkat dari hari sebelumnya yang mencapai 24.483 penumpang. Sementara itu, PT KAI hari ini mengoperasikan 26 rangkaian kereta api regular. Selain itu PT KAI juga mengoprasikan 10 kereta api tambahan.

Medcom.id

Berita Terkait

Komentar