#minyakgoreng#bandarlampung#hargapangan

Menteri Perdagangan Sebut Distribusi Minyak Goreng Curah ke Lampung Bulan Depan

( kata)
Menteri Perdagangan Sebut Distribusi Minyak Goreng Curah ke Lampung Bulan Depan
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan saat ditemui di Mahan Agung, Bandar Lampung, Selasa, 12 Juli 2022. (Lampost.co/Atika Oktaria)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Menteri Perdagangan (Mendag) RI Zulkifli Hasan menjanjikan distribusi minyak kita (minyak goreng curah dalam kemasan) akan didistribusikan ke Lampung pada bulan depan. Hal tersebut disampaikan saat mengunjungi Mahan Agung.

"Saat ini kami masih melakukan proses. Ada daerah yang menjadi prioritas karena satu dan dua hal terkait distribusinya. Jadi, kami proses satu-satu," kata Zulkifli Hasan, Selasa, 12 Juli 2022. 

Ia menjelaskan penyaluran itu kini dalam proses. Terkait penyaluran, Zulkifli mengatakan sejumah peraturan sementara pihaknya melakukan relaksasi. 

"Rakyat kan tidak semua punya pedulilindungi, karenanya relaksasi dahulu supaya cepat dapat, harga terjangkau dan murah. Jadi, kami relaksasi kalau sudah punya fotokopi KTP sudah cukup," ujar Ketua Umum Partai PAN itu. 

Baca juga: Penyaluran Minyak Goreng Curah di Bandar Lampung Tetap Ikuti Aturan

Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Elvira Ummihani menerangkan saat ini penyaluran minyak kita baru produksi di pusat.

"Tapi berdasarkan laporan dari kementerian perdagangan sudah ada 23 lebih perusahaan yang menjadi pengemas program minyak kita se-Indonesia. Di Lampung sendiri belum ada perusahaan yang menjadi pengemas, karena harus daftar dulu ke pusat, kemudian harus punya mesin pengemasan," katanya. 

Selain itu, pihaknya sudah mulai menanyakan ke produsen lokal dan rata-rata belum ada mesinnya. Elvira menjelaskan untuk penjualannya sendiri sesuai jalur distribusi lewat perdagangan biasa. 

Adapun untuk pembelian, peraturannya ada di aplikasi Simirah. Berdasarkan arahan Mendag saat ini masih ada relaksasi karena masih tahap sosialisasi Simirah. 

"Kebijakan bisa berubah terus, melihat perkembangan pasar kalau memang harga di bawah HET. Barang sudah aman tidak disalahgunakan misal dibeli banyak terus dijual mahal, hal itulah yang dihindari," papar dia. 

Elvira menambahkan minyak kita berasal dari DMO juga. Menurutnya, Pemprov Lampung mengusulkan targetnya pada Juli melebihi penggunaan dengan kuota 3.600 ton. 

"Minyak kita bagian dari minyak curah. Jadi, kami masih menunggu arahan dari pusat karena untuk saat ini kami tidak kekurangan baik dari kebutuhan maupun ketersediaan," katanya. 

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar