#Bank#BRI

Menteri BUMN Ingatkan BRI Jangan Jadi Bank Nasabah Korporasi

( kata)
Menteri BUMN Ingatkan BRI Jangan Jadi Bank Nasabah Korporasi
Ilustrasi Bank BRI - - Foto: MI/ Moh Irfan


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan Bank Rakyat Indonesia (BRI) diperuntukkan bagi nasabah ultra mikro, bukan korporasi.

 

Karena itu, dia menilai kredit yang digelontorkan BRI ke korporasi sebesar 18 persen masih terlalu besar.

"Saya waktu pertama kali masuk (sebagai menteri) menekankan BRI jangan menjadi bank segmen nasabah korporasi yang sampai 40 persen pinjamannya. Hari ini hanya 18 persen, itu masih terlalu besar," ujarnya dalam Digital Technopreneur Fest, Jumat, 19 November 2021.

Dia memaparkan, dalam BUMN Himbara untuk kategori bank dengan segmen nasabah korporasi sudah ditugaskan kepada Bank Mandiri. Sementara BNI diproyeksikan sebagai bank untuk mendukung ekspor UMKM dan menggarap pasar diaspora.

"Jadi kenapa mesti lari ke BRI," imbuhnya.

Erick pun ingin BUMN Himbara menjadi lokomotif yang kuat untuk mendorong perekonomian Indonesia mulai dari nasabah yang paling kecil hingga besar. Itu juga yang menjadi alasan dibentuknya Holding BUMN Ultra Mikro yang mensinergikan BRI, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM), yaitu karena segmen nasabah ultra mikro belum tergarap dengan baik.

"Kalau kita bandingkan dengan Malaysia dan Thailand, pembiayaan perbankan di sana 50 persen untuk UMKM, sedangkan di Indonesia masih 20 persen," jelasnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar