#tafsir#almisbah#ramadan

Mensyukuri Anugerah Allah

( kata)
Mensyukuri Anugerah Allah
(Foto:dok.MI)

PEMBAHASAN Surah Al Jasiyah akan kita lanjutkan. Sebelumnya, sudah ditekankan bahwa Allah memberikan anugerah yang tak terhingga kepada manusia.  Surah Al Jasiyah yang akan kita bahas akan memerinci anugerah yang dikaruniakan kepada manusia. Pada ayat ke-12 dikatakan, "Tidakkah kalian perhatikan, wahai manusia, bahwa Allah Yang Maha Esa lagi Mahakuasa-lah yang telah menundukkan laut, yakni memudahkannya untuk kemaslahatan kamu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya membawa kamu dan barang-barang keperluanmu hingga ke tempat tujuan dengan izin dan perintah-Nya, dan agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya, yang berupa hasil laut, seperti ikan dan hasil laut lainnya, dan juga agar kamu bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang di anugerahkan-Nya itu." 

Melalui ayat tersebut, Allah kembali menjelaskan betapa banyak anugerah yang diberikan untuk manusia. Allah memberikan anugerah berupa sumber daya seperti laut agar manusia bisa berlayar dan mengambil ikan. Ada pula hukum-hukum yang ditetapkan Allah agar anugerah yang diberikan bisa dimanfaatkan. Contohnya kapal-kapal yang berat bobotnya hingga berton-ton tetap bisa berlayar tanpa tenggelam.  

Itu merupakan hukum Allah. Dengan demikian, manusia bisa mencari hal-hal yang bermanfaat baginya di laut. Namun, tidak lautan yang ditundukkan Allah untuk manusia. Segala alam raya ini juga ditundukkan untuk manusia. Manusia bisa memanfaatkan sinar matahari, angin, dan sebagainya.  Allah memberikan anugerah tersebut bukan tanpa tujuan. Manusia harus bersyukur atas anugerah tersebut. Bersyukur dalam hal ini bisa diartikan dengan menggunakan nikmat Allah sesuai yang diberikan. Menyia-nyiakan anugerah Allah tentu bukan perilaku bersyukur.
Setelah berbicara anugerah dan keesaan Allah, kita akan berbicara mengenai akhlak. Ayat 14 Surah Al-Jasiyah ini membahas menyangkut akhlak, yakni bagaimana kita menghadapi mereka (orang musyrik) yang membangkang perintah Allah, yang tidak mau mengakui keesaan-Nya, atau bahkan menghina Alquran dan agama. 

Dikatakan, "Wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang melakukan perbuatan jahat yang tidak takut akan hari-hari di mana Allah menimpakan siksaan kepada mereka, karena Dia akan membalas suatu kaum di akhirat nanti sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan di dunia ini."
Pesan penting dalam ayat tersebut ialah memaafkan. Jika ada yang mengganggu Anda, maafkanlah mereka. Bahkan ketika mereka menghina agama.  

Ini semacam sebagai ujian dan cobaan. Andaikata kita bisa sabar dan bijak menghadapinya, itulah sesuatu yang perlu ditekadkan. Ini merupakan akhlak dalam Islam yakni memaafkan.
Lantas, siapa yang lebih diuntungkan. Yang memaafkan atau yang dimaafkan. Yang dimaafkan terbebas dosanya dan yang memaafkan berbuat kebaikan. Namun, yang memaafkan lebih diuntungkan karena ketahuilah Allah akan memberikan balasan. Siapa yang berbuat baik, kebaikan itu untuk dirinya dan siapa yang berbuat buruk, maka keburukan akan menimpa dia.
   
 

MI

Berita Terkait

Komentar