#penganiayaan#pembacokan#odgj#mensos

Mensos Janji Tanggung Biaya Rumah Sakit Korban Pembacokan di Bandar Lampung

( kata)
Mensos Janji Tanggung Biaya Rumah Sakit Korban Pembacokan di Bandar Lampung
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Dok Medcom.id


Bandar Lampung, (Lampost.co) -- Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memberikan santunan kepada satu keluarga korban pembacokan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Jalan Pulau Singkep, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung.

Perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Santi Utami Dewi menyampaikan, santunan itu terdiri dari bantuan keuangan untuk operasional rumah sakit sekaligus uang duka untuk keluarga korban.

"Bantuan uang tunai operasional rumah sakit sebesar Rp5 juta. Dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama menjaga para korban dan uang duka Rp2,5 juta," ujarnya, Rabu,17 Agustus 2022.

Baca: Satu Korban Pembacokan di Sukabumi Meninggal Dunia

 

Santi menjelaskan, santunan tersebut merupakan bagian dari program respons kasus di Kemensos.  Selain itu, pihaknya juga tengah mengasesmen kasus tersebut untuk proses penyaluran bantuan lanjutan.

"Proses asesmen nanti akan disampaikan ke unit terkait untuk dipelajari dan disahkan pengajuan bantuan tindak lanjut. Pesan Ibu Menteri juga meminta kasus ini ditindaklanjuti. Sebab, kasus ini menjadi perhatian langsung dari Menteri Risma," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, Kemensos juga akan menanggung biaya operasional rumah sakit di luar tanggungan BPJS. Mensos menitipkan pesan agar keluarga korban tidak mengkhawatirkan biaya penanganan medis di rumah sakit. 

"Sesuai arahan Ibu Menteri Risma, jika ada yang tidak dicover BPJS, maka akan dibantu oleh Kemensos," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, seseorang diduga ODGJ, Sutrisno (49) membacok lima warga yang merupakan satu keluarga. Korban terdiri dari ibu dan empat anak, termasuk berusia empat tahun dan satu pelajar SMP.

Warga sekitar, Dede mengatakan, peristiwa itu sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu, 14 Agustus 2022. Pelaku merupakan tetangga korban yang berhadapan rumah.

Ia menjelaskan pelaku mengalami gangguan jiwa sejak lama.

"Bahkan, pelaku jarang terlihat keluar rumah sejak tiga tahun terakhir," kata Dede.

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar