#VirusKorona#Kesehtan

Mensos Akui Data Penerima Bantuan Tak Sempurna

( kata)
Mensos Akui Data Penerima Bantuan Tak Sempurna
Menteri Sosial Juliari P Batubara. Medcom.id/Yurike Budiman.

Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah mengakui data bantuan sosial selama pandemi virus korona (covid-19) belum sempurna. Kementerian Sosial berjanji memperbaiki data sebelum penyaluran tahap kedua.

“Kami sadar tahap pertama masih ada data yang tumpang tindih. Tahap kedua dengan koordinasi lebih baik bisa teratasi lebih baik,” kata Menteri Sosial Juliari Batubara di Kantor Pos Bogor, Jawa Barat, Rabu 13 Mei 2020.

Juliari menyebut pemerintah bakal terus memperbarui data dari seluruh pemerintah daerah. Pemerintah pusat juga akan memasukkan penerima bansos tahap pertama yang belum mendapat bantuan di tahap kedua.

Pemerintah, lanjut Juliari, selalu membuka diri kepada pemda untuk menyempurnakan data. “Kami juga akan mengakomodasi,” imbuhnya.

Pandemi virus korona (covid-19) berdampak terhadap sektor ekonomi dan memengaruhi kesejahteraan masyarakat, terutama lapisan bawah. Salah satu upaya pemerintah menekan dampak covid-19 ialah melalui program jaring pengaman sosial.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pengantar rapat terbatas secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 4 Mei 2020, tegas meminta agar jaring pengaman sosial segera disalurkan dan diterima masyarakat.

Merespons instruksi Presiden, Kementerian Sosial (Kemensos) mendistribusikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat terdampak covid-19 berupa sembako bantuan Presiden dan Bansos Sosial Tunai (BST).

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar