#srimulyani#menkeu#resesi

Menkeu Tak Cemas Ancaman Resesi

( kata)
Menkeu Tak Cemas Ancaman Resesi
Menteri Keuangan Sri Mulyani.Medcom.id/Desi Angriani.


Jakarta (Lampost.co): Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku tak cemas dengan adanya ancaman resesi terhadap ekonomi global. Meski begitu, dirinya tetap mewaspadai perkembangan global yang dapat memengaruhi ekonomi nasional.

"Agar makro policy kita sound dan timely appropriate. Tekanan ketidakpastian global harus terus diwaspadai meski tak perlu khawatir," kata Sri Mulyani dalam seminar di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019.

Sri Mulyani menambahkan, sejak krisis global pada 2008-2009, ekonomi dunia belum benar-benar sehat. Kebijakan yang dijalankan negara-negara di dunia hampir sama, yaitu kebijakan moneter dan fiskal yang ekspansif sementara pengetatan di sektor keuangan.

"Makanya sekarang itu banyak negara APBN-nya defisit. Suku bunga sangat rendah bahkan ada yang nol. Jadi ekonomi ini disanggah dengan ekspansi dan monetary policy yang rate rendah, serta quantitative easing," jelas Sri Mulyani.

Setelah semua kebijakan itu, lanjut Sri Mulyani, negara-negara harus siap menghadapi siklus baru ekonomi. Sayangnya karena kebijakan yang telah diambil, membuat ruang untuk ekspansi kebijakan moneter dan fiskal menjadi sangat terbatas.

Menurut Sri Mulyani, Indonesia berupaya menjaga agar APBN-nya tetap sehat dengan defisit selalu di bawah dua persen dan rasio utang terhadap PDB sekitar 30 persen. Kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia (BI) juga diarahkan agar ahead the curve.

"Memang bukan hanya resesi, tetapi kita juga menghadapi masalah fundamental, struktural dan spillover. Menjaga agar makro policy sound, tentu kita menggunakan setiap rupiah untuk address yang isunya fundamental," pungkas Sri Mulyani.

medcom.id







Berita Terkait



Komentar