ekonomi

Menjaga Ketahanan Pasar Modal dan Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional

( kata)
Menjaga Ketahanan Pasar Modal dan Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional
(Dok)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) di Pasar Modal sepanjang 2020 telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menjaga daya tahan dan mengendalikan volatilitas Pasar Modal akibat gejolak perekonomian dampak pandemi Covid-19. Berbagai kebijakan tersebut juga selaras dengan upaya Pemerintah dalam menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional. 

“OJK telah mengeluarkan banyak kebijakan pre-emptive dan extraordinary untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas pasar, memberikan ruang bagi sektor riil untuk bertahan dan menjaga fundamental lembaga jasa keuangan,” kata Kepala OJK Lampung, Bambang Hermanto, Jumat, 1 Januari 2020.

Menurutnya, selama periode Maret sampai dengan Desember 2020, OJK telah mengeluarkan 35 kebijakan Pasar Modal yang fokus pada tiga hal yakni relaksasi bagi pelaku industri antara lain mengatur penyelenggaraan RUPS yang dapat dilakukan secara elektronik. Kemudian relaksasi terkait kewajiban pelaporan dan relaksasi kebijakan serta stimulus SRO kepada stakeholder terkait dengan perubahan atau diskon pungutan. 

"Kemudian pengendalian volatilitas dan menjaga kestabilan pasar modal dan sistem keuangan, antara lain dengan pelarangan short selling untuk sementara waktu dan diperbolehkannya buyback saham tanpa melalui RUPS oleh Emiten," katanya. 

Serta kemudahan perizinan dan penyampaian dokumen serta pelaporan, antara lain dengan Implementasi Tanda Tangan Elektronik Pada Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) Modul Wakil Manajer Investasi dan  Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Kemudahan Emiten/Perusahaan Publik serta pihak lain dalam menyampaikan laporan dan surat menyurat kepada OJK melalui SPE-IDX.

"Kebijakan OJK tersebut mampu meredam volatilitas dan menjaga stabilitas pasar dengan IHSG yang kembali menguat dan meningkatnya kepercayaan investor ritel terhadap Pasar Modal Indonesia di masa pandemi," ujarnya. 

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar