#ekosistem#laut#tajuk

Menjaga Ekosistem Laut

( kata)
Menjaga Ekosistem Laut
Foto dok


MASYARAKAT Pulau Sebesi mengeluhkan penyedotan pasir laut di sekitar Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau (GAK). Pengerukan pasir laut yang dilakukan PT Lautan Indonesia Persada (LIP) ini berlangsung dekat dengan bibir pantai.

PT Lautan Indonesia Persada (LIP) mencoba berkoordinasi dengan warga dan menyatakan upaya pengerukan sesuai dengan aturan, yakni 7—10 mil dari bibir pantai. Namun, berdasar pada fakta di lapangan hasil sidak warga, kapal pengeruk pasir laut itu beroperasi sekitar 500 meter dari pinggir pantai dan sangat dekat dari GAK yang merupakan kawasan cagar alam.

Kita sepatutnya mengapresiasi juga mendukung tindakan warga yang menolak adanya pengerukan pasir di sekitar GAK dan dekat dengan bibir pantai. Hal ini sungguh beralasan karena pengerukan pasir, apalagi pengerukan pasir ilegal, dipastikan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem laut dalam waktu yang lama dan waktu pemulihannya pun tidaklah secara cepat dilakukan.

Pengerukan pasir laut tidak sesuai dengan aturan juga bisa meningkatkan abrasi pantai dan erosi pantai, menurunkan kualitas lingkungan perairan laut, merusak ekosistem terumbu karang dan fauna yang mendiami ekosistem tersebut serta dampak negatif lainnya.

Persoalan tidak hanya itu, patut menjadi pertanyaan, mengapa penyedotan pasir laut yang dilakukan PT Lautan Indonesia Persada (LIP) ini mendapat izin dari pemerintah dengan jangka waktu operasional selama lima tahun dari 2015—2020. Warga mempertanyakan kenapa izinnya bisa keluar.

Publik berharap aparat berwajib segera menindak kapal ilegal pengeruk pasir laut tersebut supaya dampak negatifnya tidak terus berlanjut.

Dari polemik pengerukan pasir laut ini, maka sudah saatnya pemerintah daerah yang berwenang mengatur aktivitas pengerukan pasir laut, melakukan kajian ulang dalam menyikapi aktivitas pengerukan pasir laut. Sehingga kerusakan lingkungan dan ekosistem pesisir pantai dan laut bisa dicegah.

Pemerintah seharusnya menentukan dan mengkaji kembali peraturan daerah mengenai tata ruang laut dan pesisir secara berkala dengan semua stakeholder. Kemudian yang lebih penting lagi yakni melakukan peninjauan kembali izin bagi perusahaan yang melakukan kegiatan pengerukan pasir laut.

Negara Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulau sekitar 17.000-an. Dengan memiliki berbagai banyak pulau, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar di sejumlah pesisir pantai dan lautnya.

Untuk itu, pengelolaan sumber daya alam yang berada di sejumlah pesisir pantai dan lautnya harus dimanfaatkan atau dioptimalkan secara menyeluruh melalui konsep rencana pembangunan yang ada. Namun pengelolaan sumber daya alam di pesisir pantai dan laut ini jangan merusak alam dan lingkungan di sekitarnya.

Seharusnya pemanfaatan sumber daya alam yang ada perlu menjadi prioritas dengan sistem manajemen yang tertata dan menyeluruh. Dan tentu saja dengan pertimbangan terjaganya ekosistem di laut. n

Tim Redaksi Lampung Post








Berita Terkait



Komentar