#kerajinantangan#batik#beritalampung

Meningkatkan Kreativitas Siswa Lewat Kerajinan Tangan

( kata)
Meningkatkan Kreativitas Siswa Lewat Kerajinan Tangan
Yuliana dan siswa dari SMKN 5 Bandar Lampung, memamerkan hasil karyanya. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co): Siswa SMKN 5 terus mengembangkan kreativitasnya dalam bentuk karya mulai dari menjual dan memamerkan barang-barang yang telah dibuatnya. Semua siswa tidak pernah melewatkan kesempatan pameran yang ada di Bandar Lampung. Hal tersebut disampaikan oleh Yuliana selaku guru kewirausahaan di SMKN 5 Bandar Lampung.

Saat ditemui Lampost.co di pameran batik Deskranasda pada Kamis, 31 Oktober 2019. Para siswa terlihat sedang melakukan aktivitas membuat kerajinan tangan yakni membatik dan menyulam. Selain itu juga terlihat siswa yang sedang memamerkan barang berupa tas, dompet, dan beberapa alat kebutuhan lainnya pada acara pameran tersebut.

Yuliana menjelaskan bahwa kerajinan tangan yang dibuat siswa jurusan kriya tekstil ini adalah batik, sulam, sablon, tenun, serta jahit. Semuanya dimodalkan dari sekolah dan dikembangkan melalui pemasaran baik sosial media, pameran dan ajang kompetisi jurusan di tiap akhir semester. "Kami terus upaya peningkatan kreativitas siswa selain menjuruskan dirinya agar tidak menjadi seorang pegawai namun menjadi seorang pengusaha. Mereka bisa mengembangkan nanti setelah lulus dari sekolah ini," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa harga dari barang yang dijual tersebut terbilang sangat murah dari pasaran lainnya dari Rp5 ribu hingga Rp600 ribu baik dari bahan benang hingga sulam usus. Pihak sekolah mengupayakan harga ekonomis namun dapat bersaing dengan produk terkenal lainnya."Kami terus menargetkan penjualan ditiap bulannya. Baru hari pertama pameran ini saja contohnya kita sudah mengeruk keuntungan hingga Rp2 juta. Hal tersebut dapat dinyatakan fantastis karena penjualan Kami memang harga yang sangat ekonomis namun berkualitas bagus," ujar dia.

Ia menambahkan bahwa target dari SMKN 5 adalah dapat menjadikan kreativitas anak-anak yang dipasarkan dapat menjadi pusat oleh-oleh dari provinsi Lampung baik dari segi barang untuk kebutuhan laki-laki maupun perempuan.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar