#DKI#Lampung

Menimbang DKI Lampung

( kata)
Menimbang DKI Lampung
Walikota Bandar Lampung Herman HN mengatakan rakyat Lampung sudah setuju dengan wacana pemindahan DKI ke Lampung. Lampost/ Setiaji

DAERAH Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta diatur tersendiri di luar UU pemerintahan daerah umumnya. Sebagai ibu kota pemerintahan, ia harus sempurna secara geografis, demografis, dan dukungan daerah sekitar untuk pengembangan.

Hal itu sesuai UU 29/2007 Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta sebagai ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fungsi dan peran DKI menjadi sangat penting sebagai pusat pemerintahan NKRI, tempat kedudukan perwakilan asing, dan perwakilan lembaga internasional. Untuk itu, perlu pertimbangan dan kajian matang untuk mengubah ibu kota.

Pemindahan ibu kota amat beralasan. Pemerintah Pusat menyebut hal tersebut untuk menata Indonesia sampai 100 tahun ke depan. Terlebih kepadatan Pulau Jawa termasuk Jakarta kini amat tinggi. Untuk diketahui, jumlah penduduk di Pulau Jawa tercatat kurang-lebih 149 juta jiwa atau sekitar 57% dari total populasi Indonesia.

Wacana pemindahan ibu kota NKRI pun menjadi salah satu program pemerintahan ke depan. Lampung di sebut sebagai salah satu lokasi. Secara implisit Presiden Joko Widodo menyatakan Pulau Kalimantan tempat yang cocok. Berada di tengah-tengah Indonesia, tidak terlalu jauh dari timur, tapi tidak terlalu ke barat.

Meski demikian, sebuah kelompok masyarakat gencar mengusulkan dan meminta dukungan agar Lampung menjadi lokasi yang ditetapkan pemerintah sebagai DKI. Adalah sejumlah alasan penguat Lampung yang paling siap, menurut panitia kerja DKI Lampung. Kriteria tersebut yakni aman dari cincin api, ada akses pelabuhan, dan ketersediaan air bersih.

Kemudian pembiayaan infrastruktur rendah, dominasi lahan milik pemerintah, dekat dengan ibu kota yang sudah berkembang, budayanya terbuka, serta memiliki parameter pertahanan dan keamanan.

Semua elemen harus benar-benar mengkaji kesempurnaan itu, untuk menentukan bagian dari Lampung yang mana yang akan menjadi lokasi pusat pemerintahan itu. Secara geografis, arah barat hingga selatan, Lampung mempunyai garis patahan lempeng euroasia-Indoaustralia yang sewaktu-waktu dapat berguncang. Padahal sumber air terbesar dan cacthmen area Lampung berada di kawasan Barat.

Terkait kebencanaan, Lampung pernah diguncang gempa pada 1994 yang meluluhlantakkan Kota Liwa, ibu kota Kabupaten Lampung Barat. Kemudian, pada 2018 terjadi tsunami yang diduga akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kemungkinan teraman adalah Lampung bagian Utara hingga Timur yang secara geografis tidak terdapat pegunungan.

Sehingga perlu kajian ulang lebih sempurna untuk mencari calon lokasi DKI di Lampung. Sebab, pertarungan seleksi kesempurnaan itu sudah kalah selangkah dibanding Pulau Kalimantan yang nyata disebut Presiden Jokowi sebagai kawasan tengah. Akses Barat dan Timur negara akan berimbang, dibanding Lampung yang justru berada di kawasan paling barat.

Tim Redaksi Lampung Post



Berita Terkait



Komentar