#wisata#pariwisata

Menikmati Hangatnya Belerang Simpur Gunung Rajabasa

( kata)
Menikmati Hangatnya Belerang Simpur Gunung Rajabasa
Pengunjung belerang simpur Gunung Rajabasa. Lampost.co/Perdhana


Kalianda (lampost.co) - - Letaknya di lereng Gunung Rajabasa. Namun tidak sulit untuk menuju destinasi wisata yang masih alami satu ini.

Belerang Simpur yang berada di Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, dikenal menjadi objek wisata pemandian sejak belasan tahun.

Destinasi wisata belerang Simpur ini merupakan hulu air belerang yang keluar dari gunung Rajabasa, mengalir menjadi sungai kecil sepanjang sekitar 500 meter.

Saat berada di hulu, pengunjung disarankan menggunakan masker. Selain masih pandemi Covid-19, imbauan itu juga untuk mengatasi aroma belerang yang sangat menyengat. 

Awalnya, akses menuju ke lokasi ini masih sangat sulit, pengunjung harus jauh berjalan kaki, karena letaknya di lereng gunung Rajabasa.

Namun, kini pengendara motor bisa langsung ke lokasi pemandian alami air belerang. Sementara bagi pengunjung yang menggunakan mobil harus memarkirkan kendaraannya dari jarak sekitar 100 meter dari lokasi. Sehingga, tamu harus berjalan kaki terlebih dulu untuk menikmati panorama alam di destinasi tersebut. 

Untuk memasukinya, pengunjung cukup membayar Rp5 ribu per orang dan Rp5 ribu untuk parkir kendaraan. Dengan nilai tersebut, pengunjung bisa langsung menikmati sensasi mandi air belerang di tengah alam. 

Pengunjung pun disarankan mandi di hilir anak sungai belerang, karena airnya tercampur dengan air pancuran bambu yang sejuk, sehingga tidak terlalu panas. 

Meskipun terkesan sederhana, disediakan kamar untuk salin. Sedangkan untuk kamar mandi masih dalam proses pembangunan pengelola wisata. 

Tidak mengenal usia, pada umumnya pengunjung yang datang berendam di dalam hangatnya air belerang alami untuk terapi kesehatan. "Dari tadi siang datang kesini bersama kawan," kata Andi (23) warga Kecamatan Palas, Minggu, 21 Februari 2021. 

Menurutnya, berendam air belerang yang mengalir seperti anak sungai memiliki daya tarik tersendiri dan tidak khawatir airnya kotor. "Kalau di tempat lain, mandinya seperti di kolam renang, kalau disini airnya mengalir alami," ujarnya. 

Kedatangannya ke belerang Simpur bukan pertama kalinya. Namun, setiap ada waktu luang di akhir pekan selalu datang dan berendam. "Kalau pernah ke sini pasti ingin lagi, karena ngangenin gitu," katanya. 

Pengelolaan Belerang Simpur dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kecapi dengan pekerjanya yang merupakan masyarakat setempat. Lokasi tersebut akan ramai dikunjungi setiap akhir pekan, sedangkan pada hari biasa dinikmati masyarakat sekitar. 

Selain pemandian air belerang, pengunjung juga bisa melihat keindahan air terjun. Masyarakat hanya perlu berjalan kaki beberapa ratus meter. "Ada air terjun, wisata disini cocok bagi yang suka traveling ke pegunungan," ujarnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar