#nuansa#menikah#upacara-pernikahan

Menikah

( kata)
Menikah
Ilustrasi Pixabay.com


Adi Sunaryo

Wartawan Lampung Post

Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. 

Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu.

Melansir akun Rembulan Merindu di Facebook, menikah itu bukan tentang siapa cepat dia dapat, bukan tentang gengsi takut dibilang tidak laku, dan juga bukan karena kebelet ingin cepat menyalurkan nafsu.

Akan tetapi, menikah itu jika kau sudah mampu. Mampu menerima pasanganmu apa adanya. Tak hanya dalam bentuk fisik yang nantinya berubah renta, tetapi juga tentang perasaan yang nantinya kaujamin akan sama seperti janji saat akad tiba.

Menikah itu harus siap ketika kau menemukan suatu kelebihan pasanganmu dan seribu kekurangannya. Bersyukur dengan yang ada padanya dan memeluk erat semua kekurangannya, seraya memperbaiki tanpa menuntut lebih.

Menikah itu menyatukan dua perbedaan untuk diterima bersama. Siap mengalah dan disalahkan oleh pasangan. Mampu meredam emosi saat salah satu marah dan mau memaafkan dan minta maaf tanpa diminta dan meminta.

Menikah itu bukan hanya janji sehari, tetapi janji hati setia sampai mati. Menikah itu berarti kau sudah harus siap tak melirik ataupun menoleh apa pun lagi yang membuatmu merasakan pesona baru.

Sebab, di luar sana, saat itu atau nanti, pelan tapi pasti, akan banyak orang-orang tak tahu diri yang menginginkan kau meninggalkannya. Dengan segala bentuk godaan atas kelebihan yang tak kau temukan di pasanganmu.

Menikah itu, ketika kau harus siap dengan segala rasa bosan berhadapan dengannya setiap hari. Mencium aroma tubuhnya walau tidak mandi. Melihat mata ngantuk yang ketika bangun pagi. Kau harus siap ketika tampan atau cantiknya tak abadi.

Kau harus bisa mengatasi rasa bosanmu sendiri, tanpa sekalipun berniat pergi. Semua bisa kau bagi tanpa harus mencari lagi.

Jika kau mau menua bersama, kau juga harus belajar bersama, memahami arti sebuah hidup, dalam tujuan pertemuan, dan kebersamaan sampai akhir hayat nanti.

Semoga dua hati yang diikat dalam pernikahan mampu memberikan masing-masing arti dalam satu atap berumah tangga menuju keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Amin.

 

Bambang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar