#g20#mobillistrik

Menhub Pastikan Kesiapan Bus Listrik untuk Delegasi G20

( kata)
Menhub Pastikan Kesiapan Bus Listrik untuk Delegasi G20
Kemenhub cek kesiapan mobil listrik untuk transportasi delegasi G20 di Bali pada November mendatang. (Foto:Dok.Koninfo)


Jakarta (Lampost.co)--Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali bakal dimanfaatkan Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam transisi energi.
Salah satu show case  yang dipaparkan adalah penggunakan transportasi massal berbasis listrik yakni Bus Listrik.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan kesiapan pengerjaan Bus Listrik Merah Putih (BLMP) ke PT Inka di Madiun, Jawa Timur. Hal itu agar pengerjaannya dapat selesai tepat waktu untuk digunakan delegasi KTT G20 pada November mendatang.

Dalam keterangannya yang dikutip Senin, 18 Juli 2022, Menhub meminta ke PT Inka mempercepat pembangunan dan melakukan perbaikan-perbaikan sebelum dapat digunakan.

Produksi BLMP yang akan digunakan pertama kali untuk event KTT G20 merupakan penugasan oleh Kemenristekdikti kepada konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan PT Inka.

PTN yang terlibat dalam pengerjaan bus G20 yakni dari ITS Surabaya, UGM Yogyakarta, Universitas Airlangga Surabaya, ISI Denpasar.

Kemenhub menerangkan spesifikasi BLMP menggunakan komponen yang berasal dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia, sehingga TKDN dapat meningkat menjadi lebih dari 70%.

Menhub mengapresiasi PT Inka yang bekerjasama dengan Kemenristekdikti dan sejumlah perguruan tinggi, dalam penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih dari 50%.

“Ini akan membuka ruang kerja baru bagi produk dalam negeri dan juga kesempatan bagi para akademisi di perguruan tinggi untuk melakukan riset dan inovasi," ucapnya.

Budi menambahkan Kemenristekdikti juga telah mendukung pendanaan riset yang dituangkan dalam bentuk karya yang terhilirisasi, seperti halnya pembangunan bus listrik dalam negeri.
“Saat ini kita bangun 30 bus listrik dan ke depannya akan terus bertambah,” tuturnya.

Selain itu, Menhub meminta sejumlah operator BUMN seperti Damri, PT KAI, dan Inka untuk terus membuka kesempatan bagi dunia pendidikan untuk melakukan riset pengembangan teknologi transportasi secara lebih intensif.

“Tak mungkin dunia industri berjalan sendiri, harus kerja sama dengan sektor pendidikan. Kami akan beri kesempatan ke dunia perguruan tinggi dalam pengembangan transportasi kereta ringan atau LRT,” jelas Budi.

Sri Agustina






Berita Terkait



Komentar