#GenerasiEmas#TKAl-IrsyadAl-IslamiyyahTelukbetung#BandarLampung

Mengutamakan Pembelajaran melalui Bermain

( kata)
Mengutamakan Pembelajaran melalui Bermain
Siswa dan guru TK Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Telukbetung, Bandar Lampung, berfoto bersama di halaman sekolah, Sabtu (25/11/2017). LAMPUNG POST/YUSMART DWI SAPUTRA

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Lingkungan pendidikan anak usia dini harus menjadi tempat yang dipenuhi keceriaan dan kebebasan bagi anak. Para peserta didik harus diberikan kesempatan mengungkapkan apa saja yang ia rasakan.
Untuk dapat melakukan hal tersebut, menurut Kepala Taman Kanak-kanak (TK) Al-Irsyad Al-Islamiyyah Telukbetung, Bandar Lampung, Asmah, sekolahnya mengutamakan proses pendidikan belajar melalui bermain.
Asmah menyebut pola pembelajaran pada anak usia dini efektif dilakukan dengan cara membimbing mereka agar dapat menyerap setiap pengetahuan baru yang disampaikan para guru. Menurutnya, bermain dapat memudahkan pemahaman siswa, selain membangkitkan rasa keingintahuan mereka.
“Usia dini tidak bisa disamakan dengan usia di atasnya untuk memperoleh pendidikan. Bila sekolah menerapkan pendidikan siswa dengan pola pembelajaran seperti siswa formal, siswa akan sulit menyerapnya karena belum menjadi saatnya,” kata dia, Sabtu (25/11/2017).
Asmah mengatakan mendidik dengan bermain tidak sekadar bermain seperti berlarian kesana kemari tanpa ada pengawasan, melainkan dilakukan dengan cara seperti bernanyi dan menari melalui pengawasan, sehingga anak merasa senang dan penuh keceriaan dalam menyerap pendidikan.
“Contoh belajar berhitung dengan cara bernyanyi, anak tidak merasakan seperti belajar pada siswa formal lainnya, melainkan dapat mendapatkan ilmu tanpa disadarinya karena dengan cara keceriaan,” ujar dia.
Menurut Asmah, sudah banyak pola pendidikan pada anak usia dini dilakukan dengan cara bernyanyi dan bentuk keceriaan lainnya, hal ini dapat mengembangkan motorik anak secara baik dan terstruktur sehingga menjadi dasar untuk mengembangkan kecerdasan lainnya.
Asmah mengatakan pola pembelajaran yang telah diterima siswa di sekolah belajar dengan bermain dapat diteruskan dan dilakukan orang tua siswa dalam mendidik putra putrinya di rumah.
“Orang tua juga mempunyai peran besar dalam mendidik anaknya, sekolah sebagai dasarnya saja, penentu penyerapan ilmu berada pada peran orang tua. Jadi, orang tua juga harus pandai-pandai mendidik anaknya dengan menyesuaikan kelompok usianya, sehingga anak benar-benar dapat menyerap apa yang diberikan,” kata dia. 

Yusmart Dwi Saputra



Berita Terkait



Komentar