#EconomicCorner#BI

Mengenal QRIS, Solusi Pembayaran di Tengah Pandemi

( kata)
Mengenal QRIS, Solusi Pembayaran di Tengah Pandemi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan (kiri) dalam Economic Corner Metro TV Lampung, Kamis, 25 Maret 2021. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pandemi Covid-19 menuntut manusia untuk bisa hidup secara praktis. Seperti halnya dalam melakukan transaksi pembayaran, karena salah satu imbauan protokol kesehatan adalah mencuci tangan dan jangan menyentuh barang asing atau bersentuhan.

Dengan cepat menjawab permasalahan tersebut, bahkan telah tercipta sebelum adanya Covid-19, Bank Indonesia menjawab tantangan digitalisasi salah satunya dengan menciptakan Quick Response Code Indonesian Standard  (QRIS). Alat pembayaran ini sendiri merupakan alat pembayaran secara mudah yang bisa dilakukan tanpa harus tatap muka serta bersentuhan.

Pemberlakuan QRIS di Provinsi Lampung yang telah launching pada 17 Agustus 2019 lalu, diwajibkan untuk diaplikasikan seluruh perusahaan jasa pembayaran per 1 Januari 2020.

"Bersamaan dengan masuknya pandemi Covid-19, mobilitas masyarakat menurun dan aktivitas belanja juga berkurang karena takutnya penularan virus, maka dari itu QRIS menjado solusi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan dalam Economic Corner Metro TV Lampung, Kamis, 25 Maret 2021.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa menjawab tantangan teknologi digital, QRIS memberikan pelayanan masyarakat berbelanja tanpa memegang uang tunai. Di Lampung sendiri, terdapat 27 perusahaan jasa sistem pembayaran yang manfaatkan QRIS. Bahkan, untuk nasional sendiri perusahaan yang telah gunakan program ini berjumlah 54 dan ada yang bank hingga non bank, sehingga Lampung ada setengah dari Nasional.

"Untuk keuntungan gunakan QRIS, lebih aman, dan hieginis. Menghindari jika tak adanya kembalian, menghindari uang palsu dan hanya gunakan satu handphone secara pribadi," katanya.

QRIS sendiri hadiri untuk memberikan kemudahan, baik penggunanya dan penjual akan merasakan hal yang luar biasa dari penggunaan QRIS.

"Untuk tren sendiri penggunaan QRIS di Lampung, dari 27 perusahaan di Lampung, per Desember 2020 terdapat 86.011 mercant atau pedagang yang gunakan transaksi QRIS. Ditambah dengan per Maret 2021 total sebanyak 96.411 mercant atau naik 12 persen," kata Budi.

Jika dikaitkan dengan UMKM ada sebanyak 770 ribu lebih UMKM dan 10 persen sudah gunakan QRIS.

Adapun syarat penggunaan QRIS bagi UMKM sangat mudah diantaranya analis pasar yang dituju, selanjutnya akan ada penilaian dari pihak BI dan dilanjutkan dengan pemberian barcode dan uji coba transaksi. Bahkan tak hanya pelaku usaha, karena tepat ibadahpun bisa dengan mudah lakukan transaksi ini.

Untuk menjadi mercant cukup dengan KTP, dan usahanya jelas serta harus difoto usahanya, untuk proses pemasangan selama satu minggu.

"QRIS merupakan rekomendasi yang sejalan dengan WHO apabila memungkinkan transaksi membayar gunakan aplikasi. Ini merupakan aktivitas dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional, dan upaya digitalisasi salah satunya UMKM," terangnya.

Namun saat ini, memang masih ada beberapa daerah yang kesulitan akses QRIS karena sinyal yang sulit. Namun BI berupaya atasi permasalahan itu sedikit demi sedikit di daerag terpencil Lampung.

"Untuk target sendiri BI Lampung menargetkan akhir 2021 ada 170 ribu mercant atau meningkat 100% demi mendukung proyeksi BI seindonesia agar tercipta 12 juta pengguna QRIS, hal ini juga sejalan untuk mendukung pemuluhan ekonomi Indonesia," tutup dia.

Economic Corner merupakan program mingguan Metro TV Lampung yang mengupas berbagai isu ekonomi terkini. Program ini didukung oleh IDX Lampung, FEB Universitas Lampung, Radisson Lampung Hotel, dan Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat.

Winarko







Berita Terkait



Komentar