#aktris

Mengenal ERACS, Metode Terbaru Persalinan Nagita Slavina

( kata)
Mengenal ERACS, Metode Terbaru Persalinan Nagita Slavina
Nagita Slavina. Foto: raffinagita1717


Jakarta (Lampost.co) -- Nagita Slavina baru saja melahirkan anak keduanya melalui metode caesar. Namun, banyak orang yang bertanya-tanya bagaiman bisa istri dari Raffi Ahmad tersebut beraktivitas, bahkan beberapa saat setelah melahirkan secara caesar.

 

Jika dulu melahirkan dengan operasi caesar memerlukan pemulihan selama beberapa hari, kini dengan semakin berkembangnya teknologi waktu pemulihan setelah operasi caesar bisa menjadi sangat singkat dengan adanya metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS).

Baca juga: Raffi Ahmad Bocorkan Nama Anak Keduanya Berinisial R

Metode ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1990-an untuk tindakan bedah kolorektal. Metode persalinan dengan cara ini menjadi cukup populer beberapa waktu belakangan karena pasien bisa pulih lebih cepat.

"ERACS ini merupakan panduan umum atau langkah-langkah untuk pemulihan lebih cepat. Perlu digaris bawahi, ERACS ini tidak benar-benar hal baru, cuma mungkin belum dilabeli ERACS," kata dr. Zeissa Rectifa Wismayanti, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Menurut dr. Zeissa, dengan melakukan metode ini diharapkan ibu bisa pulih lebih cepat. Dari penelitian, dengan melakukan metode ERACS ini kebutuhan opioid dan lama rawat akan berkurang.

"Pemberian opioid bisa menyebabkan efek samping. Misalnya pasien lebih sering kembung dan konstipasi," jelasnya.

Sebelum melakukan ERACS ini, ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan:  

1. Komponen Pra-operatif

“Sebelum melakukan tindakan, kita perlu edukasi pasien. Apa sih ekspektasinya terhadap operasi ini. Setiap tindakan operasi pasti nyeri, tapi kita berusaha me-manage nyeri supaya ibu lebih nyaman bergerak dan recovery lebih cepat,” kata dr. Zeissa.

Kemudian diperhatikan juga kadar hemoglobin (Hb), menurut dr. Zeissa jika ibu mengalami anemia maka harus diperbaiki terlebih dahulu. Selain itu juga lama puasa akan berkurang, jika biasanya 8-12 jam puasa, dengan ERACS hanya 6-8 jam dan bahkan 2 jam sebelum operasi masih boleh minum.

2. Komponen Intra-operatif

“Pada saat operasi dilakukan, suhu ruangan akan dioptimalkan. Kemudian untuk pencegahan infeksi akan diberikan antibiotik. Untuk teknik operasi tidak jauh beda, dan jika memungkinkan akan dilakukan inisiasi menyusu dini (IMD) di ruang operasi tergantung kondisi ibu dan bayi,” jelas dr. Zeissa.

3. Komponen Pasca-operatif

“Setelah dilakukan operasi, diharapkan pasien bisa melakukan mobilisasi lebih awal. Biasanya pada 8-12 jam pasien sudah bisa belajar duduk. Dan dalam waktu 2 jam setelah operasi, pasien sudah boleh makan. Tapi ini semua dilakukan senyamannya pasien,” tutup dr. Zeissa.

Winarko







Berita Terkait



Komentar