kesehatanjiwakesehatanmental

Mengapa Anda Galau jika Pesan Belum Dibalas?

( kata)
Mengapa Anda Galau jika Pesan Belum Dibalas?
Menerima pesan teks bisa meningkatkan dopamin.Adriano Calvo/Pexels


MENUNGGU balasan pesan dari seseorang terkadang membuat kita menjadi gelisah. Kondisi seperti ini biasa disebut texting anxiety.

Saking menantinya, bisa-bisa membuat mood menjadi hancur. Apalagi pesan yang kita tunggu dari seseorang yang penting. Ternyata situasi itu ada penjelasan ilmiahnya mengapa bisa terjadi.

“Beberapa hal muncul di pikiran seseorang ketika memikirkan email atau pesan yang belum dibalas, mulai dari ketakutan atau penolakan, ditinggalkan, dan dihakimi,” ujar psikoterapis Lillyana Morales kepada Bustle.

“Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, namun ketika kecemasan dirasakan dan memaksa seseorang untuk memasuki mode fight or flight, maka hal-hal sederhana seperti pesan teks yang belum dibalas bisa dianggap menjadi ancaman," terangnya.

Lantaran Anda ingin menghindari ancaman yang dirasakan, Anda sering ingin menghindari pesan yang belum dibaca.

"Perilaku menghindar ini dilakukan dengan menjauh dari kenyataan dan perasaan panik dengan mengabaikan pesan. Perasaan ini hanya akan terbangun ketika pesan belum terbalas karena meningkatkan kecemasan dan penolakan karena harus menunggu jawaban," menurut Diana Anzaldua.

“Menunggu balasan pesan atau email membuat Anda berpikir apakah ada kesalahan yang dilakukan saat mengirim pesan, atau apakah ada hal yang seharusnya tidak dilakukan,” ujar Anzaldua.

Namun dengan menunggu balasan pesan sambil terus memerhatikan ponsel bisa menjadi ide yang kurang tepat. Berdasarkan studi pada 2016 yang dipublikasikan pada jurnal Computers in Human Behavior menyimpulkan bahwa, dengan terlalu terpaku pada ponsel bisa menjadi beban psikologis bagi Anda.

Menurut sebuah studi pada 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Behavioral Neuroscience, Anda mendapatkan dorongan dopamin dari penguatan sosial positif. Termasuk dari menerima pesan teks.

Dopamin adalah neurotransmitter yang dilepaskan ketika Anda merasa bahagia, dan itu membuat Anda ingin mengulangi perasaan yang membuat Anda senang serta ingin diulang-ulang.

Peningkatan dopamin yang tertinggi adalah ketika Anda mendapatkan sesuatu yang tidak diduga dan diprediksi. Hal itu berdasarkan sebuah studi 2013 yang terdapat pada jurnal Behavioral Brain Research.

medcomid







Berita Terkait



Komentar