#tajuklampungpost#kriminal#lebaran2019

Menekan Kejahatan Saat Lebaran

( kata)
Menekan Kejahatan Saat Lebaran
Ilustrasi. Foto:Dok/ Google Images

LEBARAN sekaligus liburan mestinya menjadi saat yang dinanti semua lapisan masyarakat. Namun, jika tidak waspada, celah inilah yang dimanfaatkan pelaku kriminalitas, khususnya di Bandar Lampung.

Menjelang Lebaran, kriminalitas di Kota Bandar Lampung meningkat. Dalam satu pekan terakhir terjadi empat tindak pencurian kendaraan bermotor di Kota Tapis Berseri.

Bahkan, ada pelaku yang kepergok mencuri sepeda motor di rumah warga saat suasana Lebaran. Sebelumnya, saat malam takbiran dua pelaku jambret beraksi di Jalan Hayam Wuruk, Tanjungkarang Timur, dan langsung dibekuk aparat yang bertugas.

Dalam beraksi, pelaku kejahatan selalu memanfaatkan berbagai kesempatan. Seperti diketahui, saat Lebaran banyak rumah kosong karena ditinggal mudik si pemilik. Apalagi penduduk yang tinggal di perkotaan.

Saat itulah, lahir kesempatan kejahatan. Pencuri spesialis rumah kosong akan beraksi dari rumah ke rumah yang ditinggalkan penghuninya mudik ke kampung halaman. Sebab itu, kebiasaan-kebiasaan seperti mengunci pintu, jendela, dan pagar harus diperketat, jangan sampai lengah.

Saat ekspos akhir 2018, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Wirdo Nefisco mengungkapkan selama 2018, gangguan kamtibmas berupa kasus kejahatan C3 masih paling menonjol. Kasus C3 yang dimaksud adalah pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan pencurian dengan kekerasan (curas). Curat menjadi kasus paling banyak dengan 213 kasus. Disusul curanmor 195 kasus dan curas 72 kasus.

Selama 2018 ada 1.721 gangguan kriminalitas di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung. Meski kasusnya menurun dibandingkan pada 2017 yang mencapai 3.173 kasus, hal ini tidak bisa dibiarkan. Modus curat ini paling kental dengan kondisi menjelang Lebaran.

Kategori jenis pencurian dengan pemberatan ini mencakup tindakan pencurian di rumah orang lain di malam atau siang hari. Biasanya kategori pencurian semacam ini dilakukan dua orang atau lebih secara bersama-sama. Pencuri biasanya memaksa masuk dengan cara membongkar hingga memanjat rumah yang jadi sasarannya.

Kasus-kasus kejahatan semacam ini terjadi hampir merata di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Lampung. Angka kejahatan, terutama pencurian, menjelang dan selama Lebaran sering menjadi perhatian aparat kepolisian di berbagai daerah di Indonesia. Pada Operasi Ketupat 2019, sasarannya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Selain menjaga kelancaran lalu lintas musim mudik, juga mencegah aksi kejahatan 3C. Dari 34 Polda di seluruh Indonesia ada 11 Polda yang menjadi prioritas tahun ini termasuk Polda Lampung. Sebab itu, kesiagaan aparat menekan kejahatan tidak bisa berdiri sendiri.

Dukungan masyarakat agar tidak memberikan kesempatan pada pelaku kejahatan tentu amat dibutuhkan. Misalnya, membangun sistem kamera CCTV terintegrasi yang akan menghubungkan kamera CCTV di sejumlah perumahan dengan pusat informasi kepolisian.

Selain tentu saja meningkatkan siskamling dan melakukan patroli. Yang juga tidak boleh dilupakan adalah komunikasi baik dengan tetangga jika hendak bepergian jauh. Sebab, ada istilah kamera CCTV yang terbaik adalah tetanggamu.

Sementara bagi yang bergegas mudik dan memiliki kendaraan roda dua maupun roda empat bisa menitipkan kendaran atau barang berharganya ke polsek dan polres setempat. Berbagai langkah dan tindakan preventif memang harus dimulai sejak dini. Kejahatan C3 harus ditekan berdasarkan kesadaran bersama warga yang bersinergi dengan kepolisian sebagai pengayom masyarakat.

Tim Tajuk Lampung Post



Berita Terkait



Komentar