#kopilampung#beritalampung#kopirobusta

Mendorong Konsumsi Kopi Lampung

( kata)
Mendorong Konsumsi Kopi Lampung
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Image

KOPI Lampung mendapat predikat sebagai salah satu kopi terbaik di Tanah Air. Kopi yang bertumbuh di Bumi Ruwa Jurai itu dikenal memiliki aroma dan cita rasa yang khas.

Provinsi ini juga ternyata merupakan pemasok kopi robusta terbesar di Indonesia. Tidak berlebihan jika Gubernur Arinal Djunaidi berusaha mendorong peningkatan promosi dan konsumsi kopi Lampung. Jurus jitu mesti dilakukan untuk memberikan nilai tambah produksi kopi guna peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung, khususnya petani kopi. Salah satu jurus mendorong konsumsi kopi, Gubernur Lampung menerbitkan Surat Edaran Nomor: 045.2/2708.4/V.20/2019 tentang Hari Jumat sebagai Hari Minum Kopi.

Surat edaran yang ditandatangani Gubernur pada Kamis (31/10) itu menjadi tonggak sejarah baru. Edaran tersebut langsung menyebar dan diterapkan sejumlah instansi. Bukan hanya pemerintah, lembaga swasta pun antusias menyikapinya.

Seluruh instansi pemerintah dan swasta di Lampung diimbau agar setiap Jumat menyajikan minuman kopi asli Lampung di kantor. Kemudian, seluruh masyarakat Lampung diimbau agar setiap Jumat meminum kopi dan menyajikan minuman kopi khas Lampung untuk para tamu.

Melalui kebijakan tersebut, diharapkan dapat memacu geliat sektor produksi dan industri kopi di Lampung. Petani kopi di Lampung Barat, Tanggamus, Way Kanan, dan sentra penghasil kopi lain makin terpacu untuk meningkatkan produksi.

Semangat petani kopi akan berimbas pada peningkatan produktivitas panen kopi yang beberapa tahun belakangan terus merosot. Petani malas melakukan peremajaan tanaman kopi karena harga yang tidak stabil.

Sudah sepantasnya pemerintah turun tangan agar komoditas emas hitam tersebut mampu menjayakan petani kopi. Pemerintah harus hadir memberikan perhatian pada nasib petani kopi agar kehidupan mereka menjadi lebih baik. Jangan sampai nasib petani kopi di Lampung terus saja didera kemiskinan.

Pemerintah tidak hanya berperan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Gubernur sebagai lokomotif kepemimpinan mesti pandai berinovasi dan membuat terobosan-terobosan baru.

Agenda itu mendorong bukan hanya produksi, melainkan juga pemasaran. Melalui agenda tersebut diharapkan petani kopi berjaya karena produksi meningkat. Sektor UMKM dan industri kopi juga berjaya. Sebab, agenda ini dapat mendorong pemasaran kopi khas Lampung makin baik.

Kebijakan itu masih dirasa belum cukup. Langkah Pemprov Lampung mesti diikuti regulasi lain, termasuk dari pemerintah kabupaten/kota agar mengeluarkan aturan yang mewajibkan kafe ataupun hotel menjual kopi robusta Lampung.

Perlu ada pergub dan perbup/perwali yang mengikat secara khusus para swasta untuk berperan aktif membangkitkan kembali kejayaan kopi Lampung yang telah mendunia agar rakyat makin sejahtera. Orientasi ekspor sangat penting, tetapi membumikan konsumsi kopi Lampung juga tidak kalah penting. n

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar