#Native#YPA-MDR,

Mendikbud Hadiri Seminar Nasional dan Science Fair YPA-MDR

( kata)
Mendikbud Hadiri Seminar Nasional dan Science Fair YPA-MDR
Ketua Pengurus YPA-MDR Herawati Prasetyo dan Sekretaris Pengurus YPA-MDR Kristanto mendampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim saat meninjau hasil karya ilmiah dan inovasi guru serta siswa binaan YPA-MDR. (Foto: Dokumentasi YPA-MD


Jakarta (Lampost.co) -- Berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan Indonesia, Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) yang dibentuk secara khusus oleh PT Astra International Tbk menggelar Seminar Nasional dan Science Fair karya ilmiah dan inovasi guru serta siswa binaan, Jumat, 24 Januari 2019, di Jakarta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim hadir sebagai pembicara utama dalam seminar tersebut.

Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo, mengatakan seminar pendidikan nasional kali ini mengangkat tema Transformasi Pendidikan Menyongsong Era Society 5.0 karena YPA-MDR sangat menyadari pentingnya sekolah, khususnya para guru, untuk berani bertransformasi dalam mengupayakan peningkatan mutu pendidikan yang mampu menyiapkan anak didik untuk memasuki kehidupan era Society 5.0 yang sarat dengan tuntutan penguasaan kompetensi global, terutama pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 orang ini menampilkan pemaparan karya ilmiah dan inovasi pembelajaran guru binaan YPA-MDR atas hasil penelitian tindakan kelas (PTK) yang selanjutnya akan dipublikasikan melalui media Jurnal Ilmiah.

Selain itu, hadir sebagai narasumber Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan Republik Indonesia Gogot Suharwoto dan Novita Wahyuningsih, founder Cakratalk dan Staf Ahli Muda Presiden Tahun 2018-2019 bidang komunikasi dan diseminasi informasi, untuk berbagi ilmu dan informasi kepada para peserta seminar.

 

“PT Astra International Tbk melalui YPA-MDR berkomitmen kuat untuk terus mendorong dan memfasilitasi guru di bidang penyusunan karya tulis ilmiah, penelitian pendidikan, dan karya inovasi pembelajaran. Selama tiga tahun terakhir, telah dihasilkan lebih dari 150 karya tulis ilmiah dari para guru binaan, berupa PTK dan karya Inobel. Beberapa telah memenangkan Lomba Inovasi Guru PT Astra International Tbk dan Lomba Inobel Guru di tingkat nasional yang diselenggarakan setiap tahun,” kata Herawati.

Pada kesempatan yang sama, YPA-MDR meluncurkan School Collaboration System (SCS) yang merupakan sistem kolaborasi antarsekolah sebagai media pembelajaran, baik dari proses persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran di sekolah serta terintegrasi dalam proses pembelajaran digital (e-learning) yang dapat digunakan oleh pendidik dan murid. Cakupan dari sistem SCS ini antara lain standardisasi media ajar, kolaborasi media ajar, dan pembelajaran digital.

Astra melalui YPA-MDR telah berkomitmen terlibat langsung dalam melahirkan SDM unggul menuju Indonesia maju yang merupakan visi misi Pemerintah Republik Indonesia, yaitu melalui peningkatan mutu pendidikan khususnya para pendidik dan siswa di daerah prasejahtera.

Sejalan pula dengan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mencanangkan #MerdekaBelajar, guru-guru binaan dilatih untuk terus memiliki kemerdekaan berpikir dalam menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran serta menghormati perubahan yang harus terjadi agar pembelajaran itu mulai terjadi di berbagai macam sekolah.

“Tuntutan guru dengan metode High Order Thinking Skills (HOTS) salah satunya yang kami kembangkan untuk peningkatan mutu guru kami. Sekolah berbasis riset dan sekolah berbasis digital secara bertahap kami terapkan di sekolah-sekolah Astra yang sudah mencapai unggul. Semua program bantuan pendidikan bertujuan membangun kompetensi guru yang harus menjawab tuntutan zaman,” kata Herawati.

Dia mengharapkan melalui acara ini dapat mewadahi guru untuk terus berinovasi dalam belajar agar dapat menjadi guru penggerak dan guru pengimbas yang berdampak pada peningkatan mutu siswa secara akademis dan karakter.

“Kami ingin guru-guru binaan dapat memanfaatkan perangkat teknologi multimedia untuk dapat membangun pendidikan yang berwawasan global. Abad ke-21 adalah abad digitalisasi, karena itu kemampuan guru dalam mengaplikasikan teknologi digital dalam pembelajaran merupakan keharusan untuk dapat tetap eksis dalam pendidikan era milenium.”

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar