#Kesehatan#LampungHealthSummitII#cuciTangan

Mencuci Tangan Itu Sederhana Tapi Jadi Penyelamat

( kata)
Mencuci Tangan Itu Sederhana Tapi Jadi Penyelamat
Kegiatan Lampung Health Summit II secara hybrid yang digelar Lampung Pos, Kamis, 14 Oktober 2021. (Foto: MTVL/Putri Purnama)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menyebut mencuci tangan merupakan hal yang mudah tapi sulit diterapkan apalagi bagi anak-anak. 

“Harus ada jurus-jurus jitu untuk membiasakan anak mencuci tangan, caranya dengan memberikan pengertian-pengertian yang mudah diterima anak. Misalnya dengan cara menyanyi, mendongeng menggunakan boneka,” ujarnya pada acara Lampung Helath Summit II yang disiarkan di kanal YouTube Metro TV Lampung, Kamis, 14 Oktober 2021.

Momen hari cuci tangan pakai sabun sedunia pertama kali dicetuskan pada 15 Oktober 2008 oleh Global Public-Private Partnership for Handwashing (PPPHW) dan didukung oleh PBB. Peringatan yang kemudian menjadi momentum tahunan tersebut diawali dengan aktivitas mencuci tangan menggunakan sabun yang dilakukan 120 juta anak di lebih dari 70 negara.

Kak Seto mengatakan seluruh elemen harus mampu mengkampanyekan pentingnya cuci tangan dengan cara yang lebih kreatif dan mengikuti perkembangan zaman. Sehingga anak-anak dapat mengerti dengan baik pentingnya mencuci tangan.

“Menjadi orang tua atau guru yang efektif, menjadi contoh keteladanan bagi anak-anak. Dalam rangka hari mencuci tangan ini marilah kita semua bersama setop kekerasan, karena bukan zamannya lagi mendidik anak dengan kekerasan,” kata dia.

Ketua KPAI mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki langkah awal sederhana yang bekerja sama dengan organisasi, lembaga-lembaga, yayasan pendidikan, yang sifatnya gratis bagi anak-anak korban Covid-19. 

“Sudah dimulai di Bintaro ada 150 anak sudah terdaftr dari jenjang SD sampai SMA. Jalur pendidikannya dengan informal dan formal sesuai undang-undang sistem pendidikan nasional dan bisa dievakuasi dengan cara ujian,” ujarnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mengatakan perilaku mencuci tangan dapat menurunkan tingkat kematian balita dan juga memperkecil tingkat penularan penyakit yang menurunkan kualitas hidup. 

“Cuci tangan dapat menurunkan tingkat kematian akibat diare dan phenumonia hingga 50%. Cuci tangan yang sangat sederhana dapat menjadi penyelamat,” kata dia.

PAUD Lampung juga memiliki program yang berhubungan dengan meningkatkan kebiasaan masyarakat untuk mencuci tangan. Hal itu dilakukan bersama dengan instansi terkait.

“Untuk meningkatkan pembangunan akses air bersih dan tempat cuci tangan di ruang publik dan wilayah-wilayah terpencil yang masih sulit,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD RI Lampun Jihan Nurela yang juga seorang dokter mengatakan mencuci tangan adalah salah satu tindakan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air dan sabun (sabun biasa atau antiseptik). Ataupun mencuci tangan tidak di air mengalir tetapi dengan cairan berbahan dasar alkohol, agar tangan menjadi bersih, memutus mata rantai kuman. Ini salah satu upaya pencegahan penyakit, berguna pula untuk penurunan angka kematian dari penyakit menular yang saat ini masih terus terjadi.

“Cuci tangan merupakan prilaku yang sangat sederhana tapi dampaknya sangat penting bagi dunia. Mulai dari tangan kita ini adalah tempat keluar masuknya penyakit, infeksi yang disebabkan mikro organisme. Hal yang sangat penting bagi peradaban manusia,” kata dia.

 

 

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar