#kajianjumat

Mencintai Rasulullah lewat Kajian Sirah Nabawiyah

( kata)
Mencintai Rasulullah lewat Kajian <i>Sirah Nabawiyah</i>
Kajian Jumat di Masjid Nursiah Daud Paloh (NDP) Lampung, Kompleks HU Lampung Post. Lampost.co/Mustaan Basran


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kajian Jumat di Masjid Nursiah Daud Paloh (NDP) Lampung menambah warna bahasan. Setelah rutin mengkaji kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, kini juga mengkaji sirah nabawiyah atau sejarah hidup Rasulullah lewat kitab Ar Rahiq Al-Makhtum karya Syekh Safiurrahman Al Mubarakfuri.


Kajian yang dihelat usai salat Jumat itu masih dibimbing Ustaz Sobih AW Adnan, dan diikuti jemaah masjid yang berada di Kompleks Kantor Redaksi HU Lampung Post tersebut.

"Bab pembuka dalam kitab ini membahas tentang posisi Arab dan suku-suku di dalamnya. Pembahasan ini dianggap penting demi memahami secara total lingkungan yang menjadi tempat tumbuh kembang Nabi Muhammad, hingga latar belakang sosio-kultural masyarakat saat Nabi Muhammad diangkat sebagai Rasul," kata sosok yang karib disapa Gus Sobih tersebut, Jumat, 25 Mei 2022.

Dia menjelaskan, Arab secara bahasa berarti tanah lapang yang gundul, tandus, dan jarang ditemukan air serta tumbuhan.

"Tapi dalam kitab ini kondisi tersebut justru dimaknai sebagai sebuah keunggulan. Tanahnya yang tandus dan dipenuhi gunung batu menjadikan negara lain berpikir ulang untuk menyerang Arab. Tanah yang tandus dan dan perbukitan batu itu menjelma semacam benteng yang sulit ditembus musuh," terang dia.

Dengan memahami Arab dari kekuatan kultur dan geografisnya, lanjut dia, maka seorang muslim akan mampu meningkatkan kecintaannya kepada Rasulullah Muhammad SAW.

"Betapa tidak, sebab nanti di pembahasan berikutnya akan dipaparkan tentang beratnya perjuangan Nabi dalam menyebarkan agama Islam, di tengah budaya masyarakat yang cenderung keras, karena memang terpengaruh dengan kondisi dan lingkungan alamnya," kata dia.

Pengasuh Muda Pondok Pesantren Ketitang Cirebon itu juga menerangkan, pengetahuan sejarah, terlebih kisah kehidupan Rasulullah Muhammad penting diketahui setiap muslim.

"Sebab, keteladanan Nabi itu tidak cuma terletak pada sabda-sabdanya, akan tetapi juga dalam perilaku keseharian sekaligus sikap-sikap Rasulullah saat mengambil sebuah keputusan," ujar alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek tersebut.

Winarko








Berita Terkait



Komentar