#tajuklampungpost#angin-kencang#pohon-tumbang

Mencegah Petaka Pohon Tumbang

( kata)
Mencegah Petaka Pohon Tumbang
dok Lampost.co

STASIUN Meteorologi Maritim Panjang yang diterima Kantor Syahbandar Otoritas dan Pelabuhan kelas V Bakauheni mengidentifikasi peningkatan tinggi gelombang antara 2,5 dan 4 meter terjadi di perairan Selat Sunda bagian barat dan selatan. Ketinggian gelombang perairan Selat Sunda bagian utara dan timur diperkirakan mencapai 1,25—2,5 meter.

Sementara angin di wilayah Selat Sunda bagian utara umumnya bertiup dari barat daya dengan kecepatan 1—15 knot. Angin di wilayah Selat Sunda bagian selatan pada umumnya bertiup dari Barat dengan kecepatan 1—20 knot. Potensi peningkatan kecepatan angin, ketinggian gelombang laut, dan potensi hujan lebat itu akan berlangsung hingga sepekan ke depan. 

Warga harus mewaspadai angin kencang dan gelombang tinggi di perairan, khususnya Selat Sunda. Angin kencang yang melanda Lampung juga berdampak pada pohon tua di Bandar Lampung. Lantaran dimakan usia, pohon-pohon berumur itu amat rentan tumbang saat diterpa angin kencang. Hal ini tentu dapat menjadi petaka bagi mereka yang berada di sekitarnya.

Potensi bencana dari pohon pohon tua itu bukanlah isapan jempol. Kasus teranyar, satu pohon tua berjenis sengon diperkirakan berumur puluhan tahun di Jalan Emir M Noer, Kelurahan Sumurputri, Telukbetung Barat, Bandar Lampung tumbang. Pohon tersebut menimpa tiga kendaraan yang berada di dekatnya, yakni truk, pikap, dan sepeda motor. 

Bidang Pertamanan Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung meminta masyarakat berpartisipasi aktif melaporkan pohon yang rawan tumbang, apalagi saat musim hujan seperti saat ini. Jika warga Bandar Lampung mendapati adanya pohon yang perlu dipangkas, dapat mengirimkan surat ke dinas melalui lurah dan camat. Akibat pohon tumbang, tiga orang mengalami luka-luka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung juga mencatat peristiwa kebakaran dan pohon tumbang mendominasi bencana yang terjadi di Kota Tapis Berseri selama kurun waktu tahun 2018. Tahun 2018, BPBD Kota Bandar Lampung mendata sebanyak 92 pohon tumbang lebih banyak dibanding dengan tahun 2017, yaitu sebanyak 80 pohon. Warga dan pengendara, khususnya sepeda motor, hendaknya jangan berteduh di bawah pohon ketika musim hujan.

Di pusat kota, pohon bisa memperindah pemandangan, menjaga mata air, mencegah erosi, penyuplai pupuk alami, mencegah efek rumah kaca, mengurangi partikel debu, serta pengontrol iklim. Fungsi pohon di dalam kota juga dapat menjadi sarana pemecah angin. Angin yang menerjang pepohonan akan dapat pecah, sehingga tidak menggumpal dan berbahaya.

Kita mendukung langkah Pemkot Bandar Lampung mengantisipasi petaka pohon tumbang. Perawatan rutin pohon mesti dilakukan apalagi pohon yang berada di pinggir jalan protokol kota. Pohon yang sudah terlalu lebat atau mulai condong harus dipangkas agar tidak membahayakan pengguna jalan. Jangan sampai petaka terjadi akibat pohon tumbang apalagi hingga menelan korban jiwa. 

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar