DemokrasiPilkadabuku

Menakar Demokrasi dalam Pandemi

( kata)
Menakar Demokrasi dalam Pandemi
Wendy Melfa menggelar launching dan Diskusi Buku Menakar Demokrasi dalam Pandemi di Warung Kopi WAW Lamban Gunung Jalan Agus Salim No 25 Sukadanaham, Bandar Lampung, Selasa, 13 Oktober 2020. Lampost/Triyadi Isworo


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemilihan kepala daerah (pilkada) Serentak 2020 akan menjadi wajah demokrasi lokal yang sangat penting dalam sejarah Indonesia, karena dilaksanakan pada saat pandemi covid-19. Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah pesta demokrasi wajib diimplementasikan bagi semua pihak menjadi tantangan yang harus dilalui dengan menggunakan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dan tidak ada klaster baru.

Oleh sebab itu, Wendy Melfa sebagai Peneliti tentang Pilkada, Pengasuh Ruang Demokrasi (RuDem), dan Mantan Bupati Lampung Selatan tergerak melahikan karya Buku Menakar Demokrasi dalam Pandemi. Acara Launching dan Diskusi Buku Menakar Demokrasi dalam Pandemi di Warung Kopi WAW Lamban Gunung Jalan Agus Salim No. 25 Sukadanaham, Bandar Lampung, Selasa, 13 Oktober 2020.

Adapun moderator diskusi oleh Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Bupati Pesawaran Nonaktif Dendi Ramadhona, Komisioner KPU Lampung M Tio Aliansyah, Komisioner Bawaslu Lampung Iskardo P Pangga, Anggota DPRD Lampung Noverisman Subing, Mantan Kapolda Lampung Irjen Pol Ike Edwin, Rektor IBI Darmajaya Firmansyah, Ketua Yayasan UMITRA Andi Surya, serta tokoh-tokoh Lampung lainnya.

Wendy Melfa menceritakan dirinya melihat ada hal yang menarik saat ini yakni adanya pandemi covid-19 dan Pilkada Serentak 2020. Oleh sebab itu ia ikut ambil bagian terhadap fenomena langka yang di tuliskan dalam suatu buku agar tidak dilupakan. Banyak hal yang bisa diceritakan dan diskusikan dalam peristiwa ini agar bisa menjadi bahan kajian semua pihak dan menjadi catatan sejarah bagi anak cucu generasi penerus.

"Saya melihat fenomena besar yang kita jalani, kalau tidak kita ambil bagian maka akan terlewatkan. Maka saya membuat tulisan dan catatan. Sejak Juli sampai akhir September ini saya menulis buku ini," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar