#laporanpalsu#kriminal#pencurian#beritatanggamus

Membuat Laporan Palsu Kasus Pembegalan, Pengojek di Gisting Diamankan Polisi

( kata)
Membuat Laporan Palsu Kasus Pembegalan, Pengojek di Gisting Diamankan Polisi
Tersangka YU (35) warga Pekon Kutadalom Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus saat diperiksa penyidik polres setempat.


Kotaagung (Lampost.co): Membuat laporan palsu akibat terlilit utang, seorang tukang ojek berinisial YU (35) warga Pekon Kutadalom Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, diamankan Satreskrim Polres setempat.

Laporan palsu tersebut terkait pencurian dengan kekerasan (curas) modus begal motor yang dilaporkan olehnya selaku korban dengan tempat kejadian perkara (TKP) Pekon Gunung, Kecamatan Bandarnegeri Semuong (BNS), Tanggamus.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas laporan palsu tersangka terungkap setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi di TKP.

"Pelaku diamankan pada Sabtu (24 Oktober 2020) berdasarkan hasil penyelidikan bahwa laporan yang dilaporkan tersangka ke Polres Tanggamus merupakan laporan palsu," kata AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Minggu, 25 Oktober 2020.

Kasat menjelaskan terungkapnya curas yang dilaporkan adalah palsu, setelah pihaknya menerjukan tim untuk turun ke lapangan cek TKP, dimana dari hasil pemeriksaan TKP tidak ditemukan tanda-tanda adanya kejadian dimaksud termasuk saksi-saksi yang melihat maupun mendengar.

"Hasil penyelidikan dan setelah dimintai keterangan cepat daripada pelapor mulai terlihat adanya kejanggalan. Setelah ada kejanggalan dan dari saksi-saksi yang lain sehingga tersangka datang ke Polres Tanggamus kembali bahwa itu adalah laporan palsu," jelasnya.

Lanjutnya, atas terungkapnya laporan palsu tersebut, pihaknya juga telah membuat laporan polisi model A bahwa ini adalah laporan palsu dan akan kita sidik.

"Sejak menerima laporan itu kami merasa curiga, sebab wilayah tanggamus ini sejak 1 tahun terakhir di wilayah barat Tanggamus sudah kondusif tidak ada kejadian curas demikian, sehingga saat kami menurunkan tim secara komprehensip melakukan penyelidikan dan kami mencurigai kejadian dimaksud," ujarnya.

Kasat menegaskan penyebab utama pelaku melakukan laporan palsu meliputi beberapa hal diantaranya, pelaku selalu dikejar pihak leasing atau lembaga finance yang membiayai kendaraan tersebut. Kemudian pelaku memiliki banyak utang dari orang-orang di sekitar dia. 

"Faktornya, pelaku dikejar leasing dan memiliki banyak utang. Sehingga dia gelap mata menjual motor tersebut dengan harga Rp6 juta. Kemudian dia membuat laporan curas yang kejadiannya di Pekon Gunung Doh, Kecamatan BNS," kata dia.

Atas perbuatan membuat laporan palsu tersebut, YU dijerat dengan Pasal 220 KUH Pidana tentang Laporan Atau Keterangan Palsu dengan ancaman pidana 1 tahun empat bulan.

"Dalam perkara laporan palsu ini turut diamankan surat pernyataan keluarga pelaku yang menyatakan benar bahwa YU telah membuat laporan palsu," pungkasnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar