#tajuklampungpost#dana-apd#apd

Memberangus Mafia Penimbun APD

( kata)
Memberangus Mafia Penimbun APD
Ilustrasi - Medcom.id.

PANDEMI corona virus disiase (covid-19) masih menggerayangi sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia dan Provinsi Lampung tidak luput pula.

Merujuk data sebaran covid-19 oleh WHO, bahwa jumlah pasien kasus corona di dunia, hingga Jumat (3/4), pukul 10.41, mencapai 1.015.850 kasus. Sebanyak 53.216 di antaranya meninggal dunia dan 212.991 telah dinyatakan sembuh.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, hingga 2 April 2020 sebaran covid-19 untuk Lampung mengalami peningkatan. Pasien positif terinfeksi virus corona tercatat ada 11 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona, dan 1 orang meninggal dunia.

Wabah ini ancaman yang tak main-main. Langkah pemerintah agar warga berdiam diri di rumah dengan menjaga jarak aman dengan orang lain (physical distancing), serta menjaga kebersihan diri plus meningkatkan imunitas, menjadi solusi pencegahan sebaran virus.

Sebab itu, belajar, bekerja, dan beribadah di rumah menjadi pilihan buat diterapkan. Tapi, mobilitas manusia sebagai mahluk sosial tak bisa dibendung, terutama mereka yang berjuang mencari penghasilan dengan terpaksa harus ke luar rumah.

Pelindungan diri saat berada di luar rumah menjadi langkah tepat dengan membentenginya menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti masker, sarung tangan serta baju pelapis. Tidak lupa selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, terutama bagi tenaga medis.

Sayangnya APD ini kian sulit didapat, bahkan tenaga kesehatan di rumah sakit pun merasakan minimnya perlengkapan vital penunjang kerja penanganan covid-19. Bantuan APD dari pemerintah pun tidak kunjung diperoleh mereka karena pendistribusian yang tidak maksimal.

Mirisnya lagi, justru ada sebagian oknum yang malah memanfaatkan wabah ini dengan menimbun APD dan memperjual-belikannya dengan harga fantastis.

Satgas Gugus Covid-19 bersama tim kepolisian harus bertindak cepat memberangus penjahat penimbun APD ini, setidaknya sama licahnya dengan menjaring para penyebar hoaks covid-19. Sebab, APD amat dibutuhkan para tenaga terdepan penanganan pasien covid-19 ini.

Meredam wabah mendunia ini membutuhkan kerja sama dan kekompakan satu sama lainnya, agar kehidupan kita bisa kembali normal selayaknya makhluk homo homini social, bukan insan individual yang menerapkan kanibalisme. *

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar