idulfitri

Memaknai Lebaran di Tengah Pandemi

( kata)
Memaknai Lebaran di Tengah Pandemi
MI/SUMARYANTO BRONTO Mereka memilih untuk melaksanakan salat Id di atap indekos mereka dengan menjaga jarak dan tetap mengenakan masker.

Jakarta (Lampost.co) -- Kumandang takbir bergema di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu, 24 Mei 2020. Biasanya umat muslim akan berbondong-bondong menuju masjid dan lapangan untuk mengikuti salat Id berjemaah.

Sayangnya tahun ini perayaan hari kemenangan Idul Fitri harus berbeda. Tidak ada lagi keramaian di masjid. Umat muslim pun harus salat di rumah. Tidak terkecuali enam orang umat muslim penghuni indekos di Pasar Baru ini.

Mereka memilih untuk melaksanakan salat Id di atap indekos mereka dengan menjaga jarak dan tetap mengenakan masker. Cara itu mereka pilih sesuai anjuran dari pemerintah dan alim ulama untuk salat di rumah saat pandemi covid-19.

Tidak hanya itu, tradisi mudik juga berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila tahun lalu pintu tol dan pelabuhan penyebarangan yang biasanya selalu penuh dengan hiruk-pikuk pemudik, kini tampak lenggang. Data menunjukkan ada penurunan arus kendaraan keluar Jakarta sebanyak 59% jika dibandingkan dengan periode mudik yang sama pada 2019.

Pemerintah pun meminta masyarakat untuk tidak mudik dan melakukan silaturahim virtual. Langkah ini perlu dilakukan sebagai upaya bersama menekan penyebaran virus korona baru.

Sayangnya, masih banyak warga yang ngeyel dan memanfaatkan setiap celah untuk tetap pulang berlebaran ke kampung halaman. Sesugguhnya perayaan Lebaran di rumah secara sederhana tidak akan mengurangi esensi dari hari kemenangan itu sendiri. Menahan diri untuk tidak mudik dan tetap menjalin silatuhrahim secara virtual merupakan langkah bijak di tengah pandemi covid-19.

Media Indonesia



Berita Terkait



Komentar