#ekbis#pertanian#beritalampura

Melirik Potensi Budidaya Bawang Merah Brebes di Lampura

( kata)
Melirik Potensi Budidaya Bawang Merah Brebes di Lampura
Tukiran, petasi asal Desa Sumberarum sedang menanam bibit bawang merah brebes. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co): Tukiran, seorang petani asal Desa Sumberarum, Kecamatan Kotabumi berhasil membudidayakan bawang merah brebes di pekarangan rumahnya. 

"Bawang merah brebes yang saya tanam ini merupakan penanaman yang keempat kalinya di lahan yang sama. Sejak penanaman mulai Juli 2019 lalu, saya telah tiga kali panen bawang. Walau produktivitas hasil panen belum optimal, tapi dengan harga jual yang layak, harga keringat kami telah terbayar," kata Tukiran, saat ditemui Lampost.co, Minggu, 22 Maret 2020. 

Dia mengaku panen bawang merah yang terakhir mendapat hasil panen 50 kg. Karena luasan lahan untuk areal penanaman bawang sebelumnya 2 m x 20 m dia kurangi setengahnya yang diperuntukkan untuk pengembangan sayuran lain.

"Harga bawang merah brebes dibeli pedagang Rp25 ribu per kilo atau dengan total pendapatan kotor Rp1.250.000. Harga tersebut lebih tinggi 
dibanding harga bawang pada November 2019 lalu dengan kisaran Rp21 ribu per kilo," ujarnya. 

Dia mengatakan harga yang dibeli pedagang itu merupakan harga bawang konsumsi yang diperuntukkan sebagai bumbu dapur dengan usia tanam sekitar 60 hari. Khusus untuk bibit, usia panen lebih lama sekitar 95--100 hari dengan harga jual bibit lebih tinggi jika dibandingkan harga bawang merah untuk sekedar bumbu dapur. 

Tukiran mengatakan wilayah Lampung Utara memiliki potensi pengembangan bawang merah. "Sebab kandungan pasir ditanahnya tidak terlalu banyak dan dimungkinkan bawang merah dapat menjadi komoditas unggulan kabupaten. Hanya masalahnya tergantung pelaku pembudidaya mau atau tidak," ujarnya. 

Menurutnya pengembangan bawang merah mestinya instansi terkait melakukan pelatihan atau seminar. "Selain itu mesti ada bantuan bibit bagi petani pemula. Sebab harga beli bibit bawang merah di pasaran cukup tinggi," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar