#nasional#FirstTravel#penipuan#umroh#artis

Melihat Kemungkinan Syahrini Terjerat Pidana Kasus First Travel

( kata)
Melihat Kemungkinan Syahrini Terjerat Pidana Kasus First Travel
Syahrini, salah satu selebritas yang diminta meng-endorsement biro perjalanan umrah First Travel. (Foto: ANTARA/Fandi/Adm/ama/17)

Jakarta (Lampost.co) -- Biro perjalanan umrah First Travel diketahui beberapa kali menggunakan jasa selebritas tanah air untuk mempromosikan umrah murah agar lebih banyak calon jemaah yang mendaftar. Salah satu selebritas yang digandeng First Travel adalah penyanyi Syahrini.

Pasca-pengungkapan kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang, Syahrini beberapa kali dipanggil kepolisian untuk membuat terang benderang kasus tersebut. Lalu, adakah kemungkinan Syahrini ikut terjerat pidana?

"Apakah bisa dikenakan pidana pencucian uang (misalnya) memang penelusuran lebih lanjut. Yang penting polisi bertindak profesional mengumpulkan semua bukti," kata Pakar Hukum Pidana Suparji Ahmad, dalam Primetime News, Senin 9 Oktober 2017.

Suparji mengatakan Syahrini bisa saja terjerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) jika terbukti ada peran membantu atau turut melakukan tindakan pencucian uang bersama dengan tersangka First Travel lainnya.

Misalnya saja, apakah Syahrini dan selebritas lainnya yang menjadi endorser mengetahui bahwa uang yang digunakan adalah bagian dari penipuan dan penggelapan uang dari jemaah calon umrah. Jika benar mengetahui kemudian tidak mencoba menghindar dari perbuatan tersebut maka bukan tidak mungkin selebritas yang terlibat akan terkena pasal TPPU.

"Kalau misalnya sama sekali dia tidak tahu bahwa uang itu uang haram maka dia bisa tidak terlibat," kata Suparji.

Suparji mengatakan keterlibatan Syahrini dalam pusaran First Travel bisa saja dibantah namun kepolisian berwenang mengusut hal tersebut berdasarkan keterangan saksi, ahli, bahkan tersangka. Keterangan tersebut bisa dikompilasi dengan alat-alat bukti yang sudah dikumpulkan penyidik.

Yang perlu dilakukan penyidik, kata Suparji, adalah memastikan sejauh mana pengetahuan dan keterlibatan para selebritas dalam menggunakan jasa First Travel.

"Sanksinya tidak harus mengembalikan uang, kan ada ancaman sampai lima tahun dan denda Rp1 miliar. Tergantung dari tingkat kesalahanya," ungkap Suparji.

Menurut Suparji pemanggilan terhadap para selebritas memang sudah seharusnya dilakukan sebab memang ada bukti dan petunjuk yang mengarah ke sana. Meskipun dalam perkembangannya tentu ada kontra antara promosi dan kontra pengguna jasa, namun hal itu tidak jadi masalah.

Dia menegaskan sekecil apapun yang sudah dinikmati para selebritas dalam hal promosi First Travel tidak akan menghilangkan unsur pidananya. Berapapun jumlahnya jika ada unsur uang haram di dalamnya maka itulah yang harus dipertanggungjawabkan.

"Jadi menurut Saya, apa yang dilakukan polisi tentu menarik untuk ditelusuri sehingga menjadi terang benderang bahwa sesungguhnya uang First Travel ini kemana sehingga kemudian bisa dikembalikan atau bagaimana lah caranya," jelas Suparji.

MTVN



Berita Terkait



Komentar