#Kriminal#Spesialis#Pencurian#Motor

Melawan Aparat Kepolisian, Spesialis Curat Ditembak

( kata)
Melawan Aparat Kepolisian, Spesialis Curat Ditembak
Petugas menunjukkan tersangka spesialis curat beserta barang bukti di Polres Tanggamus, Rabu (28/11/2018) (Dok. Polres Tanggamus/Lampost)


KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Kholdi alias OL (34), DPO tersangka pencurian dengan pemberatan (Curat) sepeda motor berhasil dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Wonosobo. Karena melawan petugas dengan senjata tajam saat akan ditangkap, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kaki, Rabu (28/11/2018).

Tersangka merupakan warga Pekon Balak dan selama ini dikenal sangat meresahkan masyarakat. OL juga sangat licin serta selalu mempersenjatai dirinya dengan sebilah pisau. Tanpa pandang bulu, OL juga menghunuskan pisaunya kepada aparat penegak hukum ketika akan diciduk pada Rabu (21/11) di Pekon Kejadian, Kecamatan Wonosobo.

"Tembakan peringatan yang diberikan tidak diindahkan sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur kepada pelaku di kaki kirinya," kata Kapolsek Wonosobo Iptu Amin Rusbahadi mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma.

Pada penangkapan ini berikut disita barang bukti hasil kejahatan berupa 2 unit sepeda motor, sebilah pisau berikut sarungnya, topi, baju dan sarung yang dipakai saat mencuri serta 2 kotak handhpone.

Penangkapan terhadap tersangka atas sejumlah laporan yang masuk. Diantaranya korban Bambang Ariyono (40) warga Pekon Banjarsari Wonosobo tanggal 04 Oktober 2018 dengan kerugian sepeda motor Yamaha Mio Soul BE 6440 VV. Kemudian laporan Yeni Wulansari (32) warga Pekon Lakaran dengan kerugian sepeda motor Yamaha Vega R BE 5460 VT.

OL juga merupakan DPO dalam perkara Curat yang tertuang dalam laporan polisi Nomor : B-63/XII/2008/LPG/RES TGMS/SEK SOBO tanggal 08 Desember 2008 dan daftar pencarian orang nomor: DPO/01/I/2009/Reskrim tanggal 3 Januari 2009.

Dalam melancarkan aksinya pelaku bersama rekannya M alias IS. Pencurian sepeda motor dilakukan dengan menggunakan kunci T yang dibawa temannya. "Kini M atau IS telah ditetapkan dalam DPO," katanya.

Tidak hanya itu, OL juga dilaporkan telah melakukan penganiayaan dan pengrusakan serta pengancaman terhadap korban Mursid warga Pekon Balak. Lalu pencurian di Pekon Kota Batu, Kotaagung. 

Sementara Kanit Reskrim Brigadir R. Sinaga mengatakan bahwa masih ada aksi kejahatan lain yang diakuinya. Meliputi 4 kali Curat di Puskesmas Siring Betik dengan korban Dokter Fajar dan pasien yang dirawat di Puskesmas. "Aksinya tersebut terekam CCTV dan sarung milik tersangka tertinggal di TKP," katanya.

Empat hari sebelum tertangkap, tersangka bahkan menganiaya ayah kandungnya sendiri, namun kejadian ini tidak dilaporkan. 

Sepeda motor hasil kejahatannya dijual kepada temannya yang bertemu di jalan dengan nilai rata-rata sebesar Rp1 juta. Uangnya kemudian dipakai foya-foya dan membeli narkoba jenis sabu.

 

 

Abu Umaraly







Berita Terkait



Komentar