#beritalampung#beritabandarlampung#komunitas#humaniora

Melalui Buku Perluas Literasi Cakrawala Berpikir

( kata)
Melalui Buku Perluas Literasi Cakrawala Berpikir
Komunitas Lampung Ngobrol dan Berpikir atau Lampung Ngopi tetap semangat mengajak masyarakat untuk gemar membaca buku. Foto: Luksa Adi Guntoro


Bandar Lampung (Lampost.co): Di tengah gempuran era digital yang semakin luas dan minimnya minat masyarakat membaca buku, Komunitas Lampung Ngobrol dan Berpikir atau Lampung Ngopi tetap semangat mengajak masyarakat untuk gemar membaca buku.

"Buku merupakan jempatan ilmu. Minat baca masyarakat yang kurang membawa persoalan baru bagi negara Indonesia," kata Ketua Komunitas Lampung Ngopi, Ayu Ningtias, Rabu, 14 Desember 2022.

Ia mengatakan Komunitas Lampung Ngopi merupakan wadah bagi penggiat literasi untuk menjaga eksistensinya serta untuk meningkatkan minat baca masyarakat khususnya bagi para pelajar. 

"Tujuannya di bentuknya Lampung Ngopi ini karna melihat realita pendidikan Indonesia menduduki peringkat 62. Karna kurangnya minat membaca, jadi kami menebarkan virus membaca kepada masyarakat Lampung," katanya.

Komunitas ini sudah ada sejak tahun 2017 yang pendirinya merupakan mahasiswa-mahasiswi UIN Raden Intan Lampung. Banyak buku yang disediakan seperti buku cerita fiksi dan nonfiksi, novel, komik, sejarah buku kuliah dan lain lain. Buku yang disediakan biasanya berasal dari donasi masyarakat umum dan juga dari penggiat Lampung Ngopi itu sendiri.

Komunitas ini biasanya membuka lapak bacanya sekitar pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB. Untuk tempat kegiatannya tidak hanya di UIN Raden Intan Lampung, tapi juga di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan Universitas Lampung (Unila). 

"Tidak hanya untuk mahasiswa, kita juga membuka kegiatan seperti Gebyar TPA yang berfokus pada anak-anak," katanya.

Ayu berharap dengan adanya lapak membaca buku ini dapat membawa pengaruh baik bagi masyarakat dan berharap para mahasiswa dapat membuka kembali cakrawala berfikir terhadap kajian-kajian intelektual dalam hal ini komunitas literasi. (Luksa Adi Guntoro)

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar