#megawati#pdip#jokowi#menteri

Megawati Menepis Menekan Presiden

( kata)
Megawati Menepis Menekan Presiden
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.MI/Mohamad Irfan

Seoul (Lampost.co): Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menepis kabar dirinya cawe-cawe dan menekan Presiden dalam penentuan kursi kabinet. Tudingan muncul ketika Megawati terang-terangan meminta jatah kursi menteri saat Kongres PDIP di Bali beberapa waktu lalu.

"Menurut saya (pernyataan di Kongres itu) biasa saja. Kenapa mesti sembunyi-sembunyi. Minta saja. Urusan dikasih atau tidak, kehendak Presiden," kata Megawati melalui keterangan pers, di sela-sela menghadiri acara DMZ International Forum on the Peace Economy, di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 28 Agustus 2019.

Megawati memastikan PDIP tidak mengintervensi Presiden untuk membentuk kabinet periode 2019-2024. Penentuan kabinet mutlak di tangan Presiden.

"Artinya penentuan akhir (penyusun kabinet) tetaplah Presiden Jokowi," terang Megawati.

Menurut Megawati, soal siapa menduduki kabinet bukan hal krusial untuk diperdebatkan saat ini. Dia meyakini Presiden sudah memiliki prosedur dalam merumuskan Kabinet Indonesia Kerja jilid II.

"Sudah ada tata pemerintahan yang efektif bersama prosedur-prosedurnya. Baru setelah pelantikan (presiden-wakil presiden) selanjutnya dilakukan pembentukan kabinet," beber Megawati.

Saat pembukaan Kongres V PDIP, Megawati tanpa tedeng aling-aling meminta jatah menteri kepada Presiden. Megawati mau PDIP mendapat jatah terbanyak.

Bagi Megawati, tidak cukup menang di legislatif. Dia berseloroh Jokowi tidak membatasi jumlah menteri dari PDI-Perjuangan, misalnya hanya empat menteri.

"Saya cuma dikasih empat, ya emoh! Tidak mau, orang yang enggak dapat saja minta," kata Megawati.

Baca: Foto Berdua Prabowo Jadi Favorit Megawati

medcom.id



Berita Terkait



Komentar