#workshop#seminar#mediagroup#siagabencana

Media Group Gelar Workshop Kesigapan Bencana Alam

( kata)
Media Group Gelar Workshop Kesigapan Bencana Alam
Foto: Lampost.co/Triyadi Isworo

JAKARTA (Lampost.co) -- Media Indonesia (Media Group) menggelar seminar dan workshop "Pertolongan Bantuan Hidup Dasar & Persiapan Kesigapan Bencana Alam" di kantor setempat Jalan Pilar Mas Raya, Kav A-D Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa - Rabu (18-19/12/2018).

Agenda tersebut dibuka oleh Ketua Yayasan Dompet Kemanusiaan Media Group, Ali Sadikin. Ia menceritakan Media Group sebagai perusahaan yang terdepan dalam semua kegiatan termasuk dalam mengirimkan relawan yang akan membantu para korban di area yang terkena bencana alam, ingin memberikan kemampuan bantuan hidup dasar dan persiapan kesigapan bencana alam kepada para relawan.

Selain itu Indonesia merupakan Negara yang cukup sering mengalami bencana alam (contoh: gempa, gunung berapi, tsunami, dan lainnya). Masyarakat di Indonesia juga masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara melakukan pernafasan bantuan (CPR) dalam menolong korban yang mengalami serangan jantung.

"Tujuan dari workshop tersebut ialah peserta dapat mengetahui cara melakukan bantuan hidup dasar untuk bisa menolong korban sebelum paramedis datang. Kemudian mengetahui langkah-langkah yang dalam menghadapi bencana alam," katanya.

Selain itu juga menjadikan para peserta sebagai safety officer dalam komunitas “Media Group”. Kemudian menggabungkan para peserta dalam sistim darurat terpadu “SIGAPP by SIAGA” yang berfungsi untuk menyambungkan korban/pelapor di dalam komunitas tertutup “Media Group”.

Dalam pelatihan tersebut di trainer langsung oleh Director & Faunder SIAGA, Ivan Muliadi yang memberikan arahan. Adapun materi yang diberikan yakni part 1: bantuan hidup dasar (non trauma) seperti apa itu serangan jantung, cara melakukan resusitasi jantung paru, apa itu automatic external defibrillator (AED), cara menolong korban tersedak, cara stop pendarahan dan luka bakar,  dehidrasi dan heat stroke. Kemudian demonstrasi mengenai resusitasi jantung paru (dewasa) dan penggunaan AED, heimlich manuever, stop pendarahan dan titik tekan nadi.

Selanjutnya part 2: bantuan hidup dasar (trauma) meliputi jaw thrust, stabiliasi leher korban patah tulang, bidai, melepaskan helm bagi korban indikasi patah leher (full face), jaw thrust, cara bidai dan cara mengangkat korban patah tulang.

Kemudian pada hari Rabu dijadwalkan akan dilanjutkan dengan seminar dan praktek kesigapan menghadapi bencana alam. Kemudian praktek dan evaluasi korban henti jantung henti nafas, stabiliasi korban patah tulang, serta pertolongan korban luka bakar dan korban tidak sadar diri (trauma).

Triyadi Isworo



Berita Terkait



Komentar