#mediamassa#pwi#ggpc#beritalampung

Media Arus Utama Tetap Dipercaya Publik

( kata)
Media Arus Utama Tetap Dipercaya Publik
Senior Manager Sustainability GGP Arief Fatullah (paling kiri); Djoni Wesida (kedua dari kiri), Manajemen GGP; Sjaicul Anwar, Pemred Lampost.co (kedua dari kanan); dan Iskandar Zulkarnain, Pemred Lampung Post).Foto : Abdul Gafur

GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Media arus utama tetap lebih dipercaya dibanding dengan media sosial. Pada tahun 2018, kepercayaan terhadap media konvensional adalah 63%, berbanding 40% untuk media sosial.

Oleh karena itu membangun relasi atau hubungan dengan media tetap menjadi pilihan stategis bagi tenaga kehumasan meskipun era digital telah mengubah pola komunikasi massa demikian masif melalui media sosial.

Demikian benang merah dari paparan Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain dalam Workshop Integrated Communication bagi segenap karyawan dilingkungan perusahaan Great Giant Pineapple.

Menurutnya, di era medsos, reputasi perusahaan seakan berada di luar kendali. Informasi makin suit dikontrol. Tiap publik dapat berkomentar pada media sosial dan dengan sekejap mata langsung tersebar di jagat maya.

Karena itu menurutnya, membangun reputasi di era digital menjadi tantangan yang dihadapi. Jika tidak dimanfaatkan dan dikelola secara tepat, perusahaan dapat tenggelam dalam persaingan bisnis yang makin gencar saat ini.

"Dalam manajemen reputasi, media relation menjadi bagian penting menjaga reputasi dan kepercayaan publik terhadap perusahaan," ujar Iskandar pada kegiatan berlangsung di Gedung Training Center, Selasa 27 Agustus 2019.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Lampung itu memaparkan banyak manfaat yang diperolah sebuah institusi atau lembaga jika pandai membangun relasi dengan media dengan baik. Hal ini dapat menjadi keuntungan bagi sebuah lembaga.

'Dengan adanya relasi yang baik dengan media, sebuah lembaga dapat membangun reputasi dan citra positif perusahaan. Meningkatkan brand awareness (kesadaran masyarakat terhadap produk perusahaan," ujarnya.

Ia menambahkan, jalinan itu juga dapat menjadi solusi saat perusahaan mengalami krisis komunikasi dengan pihak eksternal maupun stakeholder. Hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap perusahaan.

Abdul Gafur

Berita Terkait

Komentar