#penemuanmayat#beritametro#beritalampung

Mayat Pria Ditemukan di Eks Pengadilan Negeri Metro

( kata)
Mayat Pria Ditemukan di Eks Pengadilan Negeri Metro
Petugas melakukan identifikasi korban meninggal yang ditemukan di halaman eks Pengadilan Negeri Kota Metro. Foto: Istimewa

METRO (Lampost.co) -- Sosok mayat laki-laki anonim ditemukan di kantor eks Pengadilan Negeri Kota Metro. Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan pertama kali oleh anggota Satpol PP Kota Metro, Jumat, 6 September 2019.

Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, sosok mayat itu oleh anggota Polres Metro dibawa ke RSU A.Yani Metro. Selanjutnya pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP terhadap mayat lelaki dengan ciri rambut pendek, postur sedang, jaket hitam, kaos putih, celana dasar cokelat dan sandal. Namun hingga kini pihak kepolisian belum dapat mengetahui penyebab kematiannya.

Sosok mayat laki-laki yang sempat menggegerkan warga tersebut, ditemukan pertama kali oleh Heru Yuliza, anggota Satpol PP Kota Metro, sekitar pukul 07.15 WIB. Bermula dari anggota Satpol PP itu hendak memarkirkan kendaraannya di pelataran eks gedung Pengadilan Negeri.

"Saat saya memarkirkan sepeda motor di halaman eks kantor Pengadilan Negeri, saya melihat ada seorang laki laki yang tertidur tengkurap lalu saya dekati dan terlihat ada darah kering yang keluar dari mulut dan hidung. Karena saya curiga maka saya memanggil dan memberitahukan teman-teman kantor di Satpol PP Kota Metro dan anggota Polres Metro," kata Heru.

Kapolsek Metro Pusat, AKP Suhardo, mewakili Kapolres Metro AKBP Ganda Heriadi, mengatakan disekitar mayat ditemukan obat-obatan merek Oskadon, 2 buah silet, uang pecahan Rp20 ribu sebanyak 2 lembar dan pecahan Rp500 sebanyak 3 keping. Kemudian jam tangan warna silver, balsem dan salep cap 88, sisir warna oranye, rexona, 1 kaca cermin, 1 pinset dan peci kupluk warna cokelat dengan lis putih serta 1 korek gas. "Untuk sementara murni meninggal dunia bukan karena penganiayaan atau lainnya," kata Suhardo.

Dia mengatakan pihaknya kini masih melakukan penyelidikan guna mengetahui siapa sebenarnya mayat tersebut. Pasalnya, tidak ada satupun identitas korban yang bisa dijadikan bukti petunjuk. "Apalagi KTP, pokoknya tidak ada secuilpun bukti yang bisa menuntun aparat untuk mengetahui siapa korban ini," katanya.

Suprayogi

Berita Terkait

Komentar