#Covid-19#Vaksin

Masyarakat Tuntut Vaksin Covid-19 Gratis

( kata)
Masyarakat Tuntut Vaksin Covid-19 Gratis
Ilustrasi Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah masyarakat menuntut pemerintah agar membagikan vaksin Covid-19 secara cuma-cuma alias gratis. Vaksin yang dikabarkan bisa didapat dengan cara membeli dianggap memberatkan.

Nugrah Ramadhan (27) warga Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, misalnya, merasa kecewa saat mendengar isu program vaksinasi berbayar. Menurutnya, hal itu kian membebani masyarakat lantaran kondisi ekonomi sedang sulit.

"Di tempat saya bekerja, meski tidak ada pengurangan gaji pokok, tapi uang lembur diikurangin. Jadi, ya itu (gaji pokok) andalan saya," ungkap Nugrah, Minggu, 13 Desember 2020.

Hal senada juga disampaikan Septian (40) warga Enggal. Ayah dua anak ini bertekad tidak akan melakukan vaksinasi jika harus membayar. 

"Saya dirumahkan dan tak punya penghasilan pasti. Pendapatan dari ojek online hanya cukup untuk makan sehari-hari," kata dia.

Selain keluhan Nugrah dan Septian, muncul pula petisi di change.org yang berisikan tuntutan vaksinasi gratis. Di dalam petisi itu juga tertulis permintaan agar Presiden Joko Widodo membubarkan program vaksinasi mandiri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan membuat aturan mengenai skema vaksinasi. Pasalnya, akan ada vaksin program pemerintah yang disediakan secara gratis dan vaksin mandiri yang berbayar.
 
"Aturan rinci untuk dua skema tersebut akan segera diterbitkan dalam satu dua minggu ke depan," kata dia dalam video conference di Jakarta, Senin, pekan lalu.
 
Saat ini Indonesia telah mendatangkan 1,2 juta vaksin asal Tiongkok. Airlangga mengatakan, pengadaan vaksin ini sesuai dengan Perpres Nomor 99/2020 yang diatur lebih lanjut dengan Permenkes 98/2020 tentang pengadaan pelaksanaan vaksin Covid-19.

Untuk yang berbayar, beredar daftar harga berikut;

Astrazeneca  dibanderol Rp57 ribu per dosis, Sinovac Rp200 ribu per dosis, dan PFizer Rp283 ribu per dosis. Sedangkan vaksin dengan harga tertinggi adalah Sinopharm, yakni Rp2.150.000 per dosis untuk dua kali suntik dan Moderna Rp526 ribu per dosis.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar