#kesenian#tradisional#humaniora

Masyarakat Sidoasri Jaga Kesenian Tradisional

( kata)
Masyarakat Sidoasri Jaga Kesenian Tradisional
dok Lampost.coKESENIAN JATILAN. Grup Jatilan Eko Dono asal Desa Sidoasri, Bernung, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, saat tampil di depan masyarakat setempat di lapangan desa setempat, Minggu (15/9) malam.


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Masyarakat  Desa Sidoasri, Bernung, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, masih memegang teguh kesenian tradisional. Hal itu mereka tunjukkan saat mengisi kegiatan doa bersama masyarakat setempat  dalam memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriah yang dilanjutkan dengan menggelar kesenian jatilan.

Gelaran yang berlangsung di lapangan desa setempat, Minggu, 15 September 2019 malam, digelar para pemuda yang tergabung dalam karang taruna setempat. Grup jatilan yang tampil dalam kegiatan tersebut berasal dari masyarakat setempat.

"Kegiatan seperti ini kerap kami lakukan setiap tahun. Untuk kali ini kegiatan Tahun Baru Islam kami gabung dengan penampilan jatilan atau kuda lumping ," ujar ketua karang taruna setempat Rizqi Ramadhani Putra Suhendra dalam rilis yang diterima Lampost.co, kemarin.


Dia menyebutkan digelarnya kesenian jatilan tersebut sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan  kesenian tradisional di wilayahnya. Sebab, banyak grup kesenian yang ada di desanya.


"Banyak grup kesenian yang ada di desa kami, salah satunya jatilan Eko Doyo yang tampil pada kegiatan ini. Oleh karena itu, kami tampilkan apa yang dimiliki desa ini dalam acara ini sekaligus turut melestarikan kesenian jatilan," ujar Rama, sapaan akrabnya.


Kegiatan yang dilakukan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Atun (34) menyatakan cukup senang dengan yang dilakukan para pemuda setempat.


"Saya cukup terhibur dengan adanya acara jatilan ini. Kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan di tahun mendatang agar bisa berlangsung lebih ramai lagi," katanya.


Begitu juga dengan Ibu Iin (42) yang cukup bangga para pemuda dapat menggelar kegiatan positif. Apalagi kesenian tradisional yang sekarang ini jarang digelar.


"Saya salut dengan karang taruna desa yang menyuguhkan kegiatan yang positif ini. Kan kini banyak juga pemuda yang terlibat dengan hal-hal yang negatif, seperti menggunakan narkoba. Baguslah apa yang dilakukan para pemuda di sini," ujarnya. 

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar