#PulaiSebesi#PasirGAK#Pertambangan#Lampung

Masyarakat Pulau Sebesi Minta Pemprov Tegas

( kata)
Masyarakat Pulau Sebesi Minta Pemprov Tegas
Perwakilan Masyarakat Pulau Sabesi, Taufik usai audensi di Kantor Gubernur Lampung, Senin, 16 September 2019). (foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Masyarakat Pulau Sabesi Lampung Selatan berbondong-bondong menyambangi Kantor Gubernur Lampung untuk menyampaikan aspirasi dan audensi. Mereka meminta Pemerintah Provinsi Lampung untuk tegas dalam menindak perusakan lingkungan dan kegiatan tambang ilegal di sekitar Wilayah Gunung Anak Krakatau.

Kedatangan perwakilan masyarakat tersebut diterima oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung Taufik Hidayat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Intizam dan jajarannya di Kantor Gubernur Lampung, Senin, 16 September 2019.

Mewakili Masyarakat Pulau Sabesi, Taufik mengatakan pihaknya menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjamin bahwa tidak ada lagi kegiatan penambangan pasir diwilayah Gunung Anak Kerakatau. Ia menilai bahwa Pemerintah Provinsi kurang tegas untuk menarik izin PT Lautan Indonesia Persada (LIP).

Baca jugaPT LIP Bantah Mengeruk Pasir Dekat GAK

"Pemprof tidak berani mencabut izinnya. Kita menilai bahwa pemprov kurang tegas melakukan penindakan. Tapi yang jelas pemprov menjamin bahwa tidak ada lagi tambang pasir di GAK," katanya kepada awak media.

Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menyampaiakan asprasinya. Pihaknyapun telah menyampaikan aspirasi kepada DPR RI Komisi 5 belum lama ini dan Dirjen Perikananan dan Kelautan serta jajaran belum lama ini untuk mencabut izin pertambangan didaerah tersebut.

Baca jugaWarga Pulau Sebesi Sambangi DPRD Menolak Tambang Pasir GAK

"Harapan kami mudah-mudahan masalah ini cepat selesai. Kalau perlu ada pengawas yang rutin melakukan pemantauan sepeti Polisi Air, TNI atau sebagainya untuk mengawasi. Kita juga secata swadaya setiap malam menggelar ronda melakukan pengawasan," katanya.

Triyadi Isworo



Berita Terkait



Komentar